Syarat-Syarat Memperoleh Hasanah Fl- khirat
Syarat Pertama :
Tauhd (Meng-Esa-Kan Allh)

Tauhd artinya:
إِفْرَادُ اللَّهِ بِالْعِبَادَةِ
Artinya:
"Mengesakan Allh dalam ber'ibdah".

Mengesakan artinya mengakui ke-Tunggalan Allh dalam ber'ibdah, tidak menyekutukan Allh atau tidak melakukan perbuatan syirik dalam ber'ibdah kepada Allh. Hanya menghambakan diri kepada Allh.

Tauhd itu mencakup 3 (tiga) aspek:
Pertama: Tauhdur-Rubbiyyah, artinya: Mengesakan mengakui dan meyakini bahwa Allh satu-satunya Pemilik, Pemelihara, Pengatur, Penguasa dan Pencipta alam semesta, sebagaimana dinyatakan dalam surah Al-Ftihah ayat 2:
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Artinya:
"Segala puji milik Allh Rabb (Pemilik, Pemelihara, Pengatur, Penguasa dan Pencipta) seluruh alam".

Hal ini pun diakui oleh kebanyakan orang kafir, sebagaimana firman Allh:
وَ لَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَ اْلأَرْضَ وَ سَخَّرَ الشَّمْسَ وَ الْقَمَرَ لَيَقُوْلُنَّ اللَّهُ
Artinya:
Dan jika kamu bertanya kepada mereka (orang kafir): "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi, dan menundukkan Matahari dan Bulan?". Niscaya mereka akan menjawab: "Allh".

Al-Imm Ibnu Katsr berkata tentang mereka (orang kafir) yang disebutkan dalam ayat ini:
وَ هُمْ مَعَ هَذَا يَعْبُدُوْنَ غَيْرَهُ
Artinya:
"Dan mereka (orang kafir) di samping -- pengakuan-nya terhadap Tauhdur-Rubbiyyah -- ini, juga melakukan 'ibdah (menyembah) kepada selain Allh".

Jadi, dengan "Tauhdur-Rubbiyyah" saja, tidak cukup bagi seseorang untuk menjadi seorang mu'min atau seorang yang bermn kepada Allh.

Kedua: Tauhdul-Ulhiyyah, artinya: Mengesakan, mengakui dan meyakini bahwa Allh adalah satu-satu-Nya yang berhak disembah, sebagaimana firman-Nya:
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَ إِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ
Artinya:
"Hanya kepada-Mu kami ber'ibdah dan hanya kepada-Mu kami minta pertolongan".
(Surah Al-Ftihah (1):5)

Dan firman-Nya:
قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَ نُسُكِي وَ مَحْيَايَ وَ مَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Artinya:
Katakanlah: "Sesungguhnya shalat-ku, 'ibdah-ku, hidup-ku dan mati-ku milik Allh Rabbul-'lamn".
(Surah Al-An'm (6):162)

Ayat ini mengandung pengertian: Shalat, berdo'a, bernadzar, menyembelih qurban, mengharap, merasa takut, berserah diri (tawakkal), minta bantuan (isti'nah), minta perlindungan (isti'dzah), minta keselamatan (istightsah) dan bertaubat hanya kepada Allh semata.

Tauhdul-Ulhiyyah inilah yang menentukan seseorang menjadi mu'min, sebagaimana disebutkan dalam syarah (penjelasan) kitab Al-'Aqdatuth-Thahwiyyah halaman 81:
أَنَّ التَّوْحِيْدَ الْمَطْلُوْبَ هُوَ تَوْحِيْدُ اْلإلَهِيَّةِ الَّذِيْ يَتَضَمَّنُ تَوْحِيْدَ الرُّبُوْبِيَّةِ
Artinya:
"Sesungguhnya Tauhd yang dituntut -- untuk menjadi seorang mu'min -- adalah Tauhdul-Ulhiyyah, yang di dalamnya tercakup juga Tauhdur-Rubbiyyah".

Ketiga: "Tauhdul-Asm' Wash-Shift", artinya: Mengakui, menyakini dan menetapkan bahwa Allh mempunyai nama-nama dan shifat-shifat yang sempurna yang terdapat di dalam Al-Qurn dan Hadits-hadits yang shahh, seperti: Ar-Rahmn (Yang Maha Pemberi), Ar-Rahm (Yang Maha Penyayang), Al-Mlik (Yang Merajai), Al-Jabbr (Yang Maha Pemaksa) dll.
Tauhd Menghapus Dosa Dan Menyelamatkan Dari Siksa (Neraka)
Firman Allh SWT:
الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا وَ لَمْ يَلْبِسُوْا إِيْمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولئِكَ لَهُمُ اْلأَمْنُ وَ هُمْ مُهْتَدُوْنَ
Artinya:
"Adapun orang2 yang berm n, dan tidak mencampur m n mereka dengan kezhaliman (syirik), demikian mereka itu, bagi mereka keamanan dan mereka mendapat petunjuk".
(Surah Al-An'm (6):82)

Al-Hasan dan Al-Kalb mengatakan, yang dimaksud dengan ucapan; "bagi mereka keamanan"; ialah: keamanan di akhirat (selamat dari siksa). Dan yang dimaksud dengan "dan mereka mendapat petunjuk"; ialah: mendapat petunjuk dalam kehidupan Dunia.

Dan sabda Nabi saw:
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى : يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطَايَ ثُمَّ لَقِيْتَنِي لاَ تُشْرِكْ بِيْ شَيْئًا ، لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةٍ
Artinya:
"Telah berfirman Allh Yang Maha Luhur : Wahai anak turun Adam, seandainya kalian datang pada-Ku dengan membawa dosa sepenuh bumi, kemudian engkau menjumpai-Ku dalam keadaan tidak menyekutukan pada-Ku sedikitpun, maka akan Aku datangkan kepadamu dengan sepenuh bumi ampunan" (H.R. At-Tirmidz)

Dan sabda Nabi saw:
فَإِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ يَبْتَغِي بِذَلِكَ وَجْهَ اللَّهِ
Artinya:
"Sesungguhnya Allh mengharamkan atas Neraka, seseorang yang mengucapkan "L Ilha Illllh", dia mencari wajah (keridhaan) Allh dengan ucapan itu".
(H.R. Al-Bukhr dan Muslim)

Kalimat Tauhd Bersaksi (Syahadat):
أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ
"Bahwasanya tidak ada yang berhak disembah kecuali Allh".


Slideshow Image 1 Slideshow Image 2 Slideshow Image 3 Slideshow Image 4 Slideshow Image 5 Slideshow Image 6 Slideshow Image 7 Slideshow Image 8