"8 (Delapan) Syarat Shahnya Ucapan Lâ Ilâha Illâl-Lâhu (لاَ إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ)"

Apakah setiap orang yang mengatakan "Lâ Ilâha Illâl-Lâhu (لاَ إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ)" berhak dibukakan pintu Sorga untuknya?

Wahab bin Munabbih (rahimahullâh) pernah ditanya oleh sesorang : "Bukankah Lâ Ilâha Illâl-Lâhu (لاَ إِلهَ إلاَّ اللَّهُ) itu kunci Sorga?". Maka Wahab bin Munabbih (rahimahllâh) menjawab:

بَلَى ، وَ لَكِنْ مَا مِنْ مِفْتَاحٍ إِلاَّ لَهُ أَسْنَانٌ ، فَإِنْ جِئْتَ بِمِفْتَاحٍ لَهُ أَسْنَانٌ فُتِحَ لَكَ ، وَ إِلاَّ لَمْ يُفْتَحْ لَكَ

Artinya:

"Benar, akan tetapi tidak ada satu kunci pun melainkan memiliki gerigi. Maka, jika engkau datang dengan membawa kunci yang bergerigi, -- pintu itu -- akan bisa dibuka untuk-mu, namun jika -- kunci itu tidak memiliki gerigi --, pintu itu tidak bisa dibuka untuk-mu".

Dan sungguh telah datang informasi dari Nabi kita Muhammad saw melalui hadits-hadits yang shahîh, yang menjelaskan gerigi dari kunci tersebut, dan juga sejumlah dalil yang disimpulkan oleh para 'ulamâ, sebagai syarat pelengkap gerigi tersebut, sehingga kalimat "Lâ Ilâha Illâl-Lâhu (لاَ إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ)" benar-benar menjadi kunci pintu Sorga yang bermanfaat bagi orang yang mengucapkannya.

1   2   3   4

Slideshow Image 1 Slideshow Image 2 Slideshow Image 3 Slideshow Image 4 Slideshow Image 5 Slideshow Image 6 Slideshow Image 7 Slideshow Image 8