ASIISC
Larangan Upaya Melakukan Fitnah


مُسْلِمُ بْنُ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّهَا سَتَكُونُ فِتْنَةٌ يَكُونُ الْمُضْطَجِعُ فِيهَا خَيْرًا مِنْ الْجَالِسِ وَالْجَالِسُ خَيْرًا مِنْ الْقَائِمِ وَالْقَائِمُ خَيْرًا مِنْ الْمَاشِي وَالْمَاشِي خَيْرًا مِنْ السَّاعِي قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا تَأْمُرُنِي قَالَ مَنْ كَانَتْ لَهُ إِبِلٌ فَلْيَلْحَقْ بِإِبِلِهِ وَمَنْ كَانَتْ لَهُ غَنَمٌ فَلْيَلْحَقْ بِغَنَمِهِ وَمَنْ كَانَتْ لَهُ أَرْضٌ فَلْيَلْحَقْ بِأَرْضِهِ قَالَ فَمَنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ شَيْءٌ مِنْ ذَلِكَ قَالَ فَلْيَعْمِدْ إِلَى سَيْفِهِ فَلْيَضْرِبْ بِحَدِّهِ عَلَى حَرَّةٍ ثُمَّ لِيَنْجُ مَا اسْتَطَاعَ النَّجَاءَ
4256. Dari Abu Bakrah, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Fitnah akan terjadi, (saat) orang yang bangun dari tidur akan menjadi lebih baik daripada orang yang duduk, dan orang yang duduk lebih baik dari orang yang berdiri, dan orang yang berdiri lebih baik daripada orang yang berjalan kaki, dan orang yang berjalan kaki lebih baik dari orang yang berlari-lari kecil'." Abu Bakrah berkata, "Wahai Rasulullah, apa yang kiranya akan engkau perintahkan kepadaku?" Beliau menjawab, "(Jika saat itu datang, maka) yang memiliki unta bersegeralah mengambil untanya, yang memiliki kambing maka ambillah kambingnya itu, dan bagi yang memiliki sebidang tanah maka pergunakanlah tanahnya itu. "Abu Bakrah berkata, "Lalu bagaimana bagi orang yang tidak memiliki apa-apa?" Beliau menjawab, "Hendaknya ia berpegang kepada pedangnya dan menancapkan pedangnya itu di tanah bebatuan, kemudian hendaknya ia mencari perlindungan untuk keselamatan nya."
Shahih: Muslim.

أَنَّهُ سَمِعَ سَعْدَ بْنَ أَبِي وَقَّاصٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ قَالَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ دَخَلَ عَلَيَّ بَيْتِي وَبَسَطَ يَدَهُ لِيَقْتُلَنِي قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُنْ كَابْنَيْ آدَمَ وَتَلَا يَزِيدُ { لَئِنْ بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ }
4257. Dari Sa'd bin Abu Waqqash RA, dari Nabi SAW... (dengan menyebutkan hadits yang sama). Sa'id berkata, "Aku berkata, 'Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika seseorang masuk ke dalam rumahku dan ia hendak membunuhku?" Rasulullah menjawab, "Jadilah engkau seperti manusia yang sempurna." Kemudian Yazid membaca firman Allah, "Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam. " (Qs. Al Maa'idah [5]: 28)
Shahih: Al lrwa, (8/104)

عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا وَيُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْقَائِمِ وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنْ السَّاعِي فَكَسِّرُوا قِسِيَّكُمْ وَقَطِّعُوا أَوْتَارَكُمْ وَاضْرِبُوا سُيُوفَكُمْ بِالْحِجَارَةِ فَإِنْ دُخِلَ يَعْنِي عَلَى أَحَدٍ مِنْكُمْ فَلْيَكُنْ كَخَيْرِ ابْنَيْ آدَمَ
4259. Dari Abu Musa Al Asy'ari, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya ketika Hari Kiamat mendekat, akan terjadi fitnah yang datang seperti gelapnya malam. Seseorang akan beriman di pagi hari dan menjadi kafir di sore harinya, orang yang duduk akan menjadi lebih baik daripada orang yang berdiri, orang yang berjalan lebih baik daripada yang berlari-lari kecil. Maka (saat itu) patahkanlah anak panah kalian dan potonglah tali busur kalian, tancapkanlah pedang-pedang kalian di batu (tidak melawan). Dan jika ada seseorang mendatangi kalian (untuk membunuh kalian), maka bersikaplah seperti sebaik-baiknya manusia."
Shahih.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَبَا ذَرٍّ قُلْتُ لَبَّيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَسَعْدَيْكَ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ قَالَ فِيهِ كَيْفَ أَنْتَ إِذَا أَصَابَ النَّاسَ مَوْتٌ يَكُونُ الْبَيْتُ فِيهِ بِالْوَصِيفِ يَعْنِي الْقَبْرَ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ أَوْ قَالَ مَا خَارَ اللَّهُ لِي وَرَسُولُهُ قَالَ عَلَيْكَ بِالصَّبْرِ أَوْ قَالَ تَصْبِرُ ثُمَّ قَالَ لِي يَا أَبَا ذَرٍّ قُلْتُ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ قَالَ كَيْفَ أَنْتَ إِذَا رَأَيْتَ أَحْجَارَ الزَّيْتِ قَدْ غَرِقَتْ بِالدَّمِ قُلْتُ مَا خَارَ اللَّهُ لِي وَرَسُولُهُ قَالَ عَلَيْكَ بِمَنْ أَنْتَ مِنْهُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا آخُذُ سَيْفِي وَأَضَعُهُ عَلَى عَاتِقِي قَالَ شَارَكْتَ الْقَوْمَ إِذَنْ قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِي قَالَ تَلْزَمُ بَيْتَكَ قُلْتُ فَإِنْ دُخِلَ عَلَيَّ بَيْتِي قَالَ فَإِنْ خَشِيتَ أَنْ يَبْهَرَكَ شُعَاعُ السَّيْفِ فَأَلْقِ ثَوْبَكَ عَلَى وَجْهِكَ يَبُوءُ بِإِثْمِكَ وَإِثْمِهِ
4261. Dari Abdullah bin Shamit, dari Abu Dzar, ia berkata, "Rasulullah pernah berkata kepadaku, 'Wahai Abu Dzar.' Aku pun menjawab, 'Ya, wahai Rasulullah, aku penuhi panggilanmu dan semoga kebahagiaan milikmu.'...(kemudian disebutkan lengkap hadits seperti di atas). Lalu disebutkan: Rasulullah bertanya, 'Apa yang akan kamu lakukan jika seseorang meninggal dunia dan rumahnya pindah ke kuburan? 'Aku menjawab, 'Allah SWT dan Rasul-nya yang lebih mengetahui tentang hal itu.' (Atau dalam riwayat lain Abu Dzar menjawab, 'Apa yang Allah dan Rasul-Nya tentukan bagiku.' Rasulullah bersabda, 'Hendaklah kamu bersabar.'Dalam riwayat lain disebutkan, beliau bersabda, '(Dalam menyikapinya) kamu harus bersabar.'Kemudian beliau berkata kepadaku, 'Wahai Abu Dzar.' Aku pun menjawab, 'Ya, wahai Rasulullah, aku penuhi panggilanmu dan semoga kebahagiaan milikmu.' Rasulullah bertanya, Apakah yang akan kamu lakukan jika kamu melihat Ahjar Zait (sebuah daerah di dekat Madinah) dipenuhi oleh darah?' aku menjawab, "Apa yang Allah dan Rasul-Nya tentukan bagiku.''' Beliau bersabda, "Hendaknya kamu bersama orang-orang terdekatmu." Aku menjawab, 'Wahai Rasulullah, bukankan layak bagiku untuk mengambil pedangku dan aku letakkan di atas pundakku?' Beliau bersabda, 'Kalau begitu kamu dapat bergabung dengan kaum itu.' Aku berkata, 'Lalu apa yang kira-kira akan engkau perintahkan kepadaku?' Beliau menjawab, 'Jagalah rumahmu! Aku berkata, 'Jika kemudian ada seseorang yang menyelinap masuk ke dalam rumahku (apa yang harus aku lakukan)?' Beliau menjawab, 'Jika kamu merasa takut dengan kilauan pedang (musuhmu), maka letakkanlah bajumu di wajahmu (menyerah kalah), maka (jika musuhmu membunuhmu) ia akan menanggung dosamu dan dosa dirinya sendiri'."
Shahih.

أَبَا مُوسَى يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ بَيْنَ أَيْدِيكُمْ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْقَائِمِ وَالْقَائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْمَاشِي وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنْ السَّاعِي قَالُوا فَمَا تَأْمُرُنَا قَالَ كُونُوا أَحْلَاسَ بُيُوتِكُمْ
4262. Dari Abu Musa, ia berkata, 'Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya akan terjadi fitnah yang menimpa kalian yang datang (menyulitkan kalian) layaknya seberkas kegelapan malam. (Ketika itu) seseorang beriman di pagi hari dan menjadi kafir ketika sore hari menjelang. Orang yang duduk akan menjadi lebih baik daripada orang yang berdiri, dan orang yang berdiri akan menjadi lebih baik daripada orang yang berjalan kaki, dan orang yang berjalan kaki akan lebih baik daripada orang yang berlari kecil. "Beberapa orang bertanya kepada Rasulullah, 'Lantas apa kiranya yang akan engkau perintahkan kepada kami (menyikapi kondisi demikian)?' Rasulullah menjawab, 'Tetaplah di rumah kalian (jagalah rumah-rumah kalian)'. "
Shahih.

عَنْ الْمِقْدَادِ بْنِ الْأَسْوَدِ قَالَ ايْمُ اللَّهِ لَقَدْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنَ إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنِ إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنُ وَلَمَنْ ابْتُلِيَ فَصَبَرَ فَوَاهًا
4263. Dari Miqdad bin Al Aswad, ia berkata, "Sungguh, aku telah mendengar Rasulullah bersabda, 'Sesungguhnya orang yang bahagia adalah orang yang terhindar dari fitnah. Sesungguhnya orang yang bahagia adalah orang yang terhindar dari fitnah. Sesungguhnya orang yang bahagia adalah orang yang dapat terhindar dari fitnah dan orang yang diuji (dengan suatu cobaan) kemudian bersabar, dan ia memuji (berkata dengan takjub, 'Alangkah baiknya cobaan ini')."
Shahih: Al Misykah (5405), Ash-Shahihah (973).
Slideshow Image 1 Slideshow Image 2 Slideshow Image 3 Slideshow Image 4 Slideshow Image 5 Slideshow Image 6 Slideshow Image 7 Slideshow Image 8