ASIISC
KITAB ILMU
Shahih Sunan Abu Daud
Muhammad Nashiruddin Al-Albani

1. Anjuran untuk Menuntut Ilmu
عَنْ كَثِيرِ بْنِ قَيْسٍ قَالَ كُنْتُ جَالِسًا مَعَ أَبِي الدَّرْدَاءِ فِي مَسْجِدِ دِمَشْقَ فَجَاءَهُ رَجُلٌ فَقَالَ يَا أَبَا الدَّرْدَاءِ إِنِّي جِئْتُكَ مِنْ مَدِينَةِ الرَّسُولِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِحَدِيثٍ بَلَغَنِي أَنَّكَ تُحَدِّثُهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا جِئْتُ لِحَاجَةٍ قَالَ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِي جَوْفِ الْمَاءِ وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ
3641. Dari Katsir bin Qais, dia berkata: Ketika aku duduk-duduk bersama Abu Ad-Darda' dalam sebuah masjid di Damaskus, seorang lelaki mendatangi, Abu Ad-Darda', dia berkata, "Wahai Abu Ad-Darda', aku datang dari kotanya Rasulullah lantaran suatu hadits yang telah kamu ceritakan dari Rasulullah. Aku ke sini untuk keperluan itu (mencari tahu dan memastikan kebenarannya)!" Abu Ad-Darda lalu berkata, "Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa berjalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memperjalankannya di antara jalan-jalan yang ada di surga, sedangkan malaikat akan meletakkan sayapnya (memberikan doa) lantaran senang dengan para penuntut ilmu seluruh penghuni langit serta bumi dan ikan-ikan di dasar laut akan memintakan ampunan kepada orang yang mempunyai ilmu pengetahuan, karena kelebihan dan keutamaan orang yang mempunyai ilmu pengetahuan atas ahli ibadah bagaikan keutamaan bulan pada malam purnama atas bintang-bintang di sekitarnya. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi dan para nabi tidak mewariskan dinar atau dirham, melainkan mewariskan ilmu pengetahuan. Barangsiapa mengambilnya berarti telah mengambil bagian yang banyak.
(Shahih)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ رَجُلٍ يَسْلُكُ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا إِلَّا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقَ الْجَنَّةِ وَمَنْ أَبْطَأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ
3643. Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah orang yang meniti jalan untuk menuntut ilmu kecuali Allah akan memudahkan jalannya menuju surga, sedangkan orang yang memperlambat dalam mengamalkannya maka tidak akan cepat mendapatkan nasabnya (keberuntungan). "
(Shahih: Muslim)

2. Periwayatan Ahli Kitab
قَالَ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَعَلَّمْتُ لَهُ كِتَابَ يَهُودَ وَقَالَ إِنِّي وَاللَّهِ مَا آمَنُ يَهُودَ عَلَى كِتَابِي فَتَعَلَّمْتُهُ فَلَمْ يَمُرَّ بِي إِلَّا نِصْفُ شَهْرٍ حَتَّى حَذَقْتُهُ فَكُنْتُ أَكْتُبُ لَهُ إِذَا كَتَبَ وَأَقْرَأُ لَهُ إِذَا كُتِبَ إِلَيْهِ
3645. Dari Zaid bin Tsabit, dia berkata: Rasulullah SAW memerintahkanku mempelajari kitab orang Yahudi untuk beliau. Beliau bersabda, "Demi Allah, orang Yahudi sama sekali tidak beriman kepadu kitabku." Aku kemudian mempelajarinya dan dapat menguasainya secara baik dalam waktu setengah bulan. Aku telah menulis untuk beliau, apabila beliau hendak mengirim surat, dan membacakan untuk beliau ketika ada surat yang datang untuk beliau (dari kaum Yahudi atau yang lain).
(Hasan Shahih) Diriwayatkan pula oleh Bukhari secara mu 'alaq.

3. Menulis Ilmu
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ كُنْتُ أَكْتُبُ كُلَّ شَيْءٍ أَسْمَعُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرِيدُ حِفْظَهُ فَنَهَتْنِي قُرَيْشٌ وَقَالُوا أَتَكْتُبُ كُلَّ شَيْءٍ تَسْمَعُهُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَشَرٌ يَتَكَلَّمُ فِي الْغَضَبِ وَالرِّضَا فَأَمْسَكْتُ عَنْ الْكِتَابِ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَوْمَأَ بِأُصْبُعِهِ إِلَى فِيهِ فَقَالَ اكْتُبْ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا يَخْرُجُ مِنْهُ إِلَّا حَقٌّ
3646. Dari Abdullah bin Amru, dia berkata: Sesungguhnya aku telah menulis segala sesuatu yang aku dengar dari Rasulullah untuk kemudian aku hafal. Namun banyak dari kaum Quraisy yang melarangku, mereka berkata, "Apakah kamu akan menulis segala sesuatu yang kamu dengar dari Rasulullah SAW, sedangkan beliau sendiri adalah manusia biasa yang bisa saja berbicara dalam keadaan senang dan marah?" Sehingga aku berhenti menulisnya! Lalu hal tersebut aku adukan kepada Rasulullah, beliau kemudian memberikan isyarat dengan jarinya yang menunjuk ke mulut beliau, beliau berkata, "Tulislah, demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak ada yang keluar darinya (mulut ini) kecuali kebenaran."
(Shahih) Ash-Shahihah, 1532

أَبُو هُرَيْرَةَ قَالَ لَمَّا فُتِحَتْ مَكَّةُ قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ الْخُطْبَةَ خُطْبَةَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَقَامَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْيَمَنِ يُقَالُ لَهُ أَبُو شَاهَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ اكْتُبُوا لِي فَقَالَ اكْتُبُوا لِأَبِي شَاهَ
3649. Dari Abu Hurairah, dia berkata: Ketika Makkah telah dikuasai kaum muslim, Rasulullah berdiri ... —kemudian perawi menyebutkan khutbah Rasulullah— Dia berkata: Lalu ada seseorang —dari Yaman yang kenal dengan nama Abu Syah— berdiri dan berkata kepada Rasulullah, "Wahai Rasulullah, perintahkanlah para sahabatmu untuk menuliskan (khutbah Rasulullah) untukku." Rasulullah kemudian berkata, "Tuliskanlah (khutbah) untuk Abu Syah ini."
(Shahih: Bukhari)

الْوَلِيدُ قَالَ قُلْتُ لِأَبِي عَمْرٍو مَا يَكْتُبُوهُ قَالَ الْخُطْبَةَ الَّتِي سَمِعَهَا يَوْمَئِذٍ مِنْهُ
3650. Dari Al Walid, dia berkata: Aku bertanya kepada Abu Amru, "Apa yang sedang mereka tulis?" Dia menjawab, "Khutbah yang pernah didengarnya saat itu (waktu Fath Makkah) dari Rasulullah SAW."
(Shahih Maqthu'), terputus sanadnya

4. Ancaman untuk Mereka yang Berbohong Atas Nama Rasulullah SAW
عَنْ عَامِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قُلْتُ لِلزُّبَيْرِ مَا يَمْنَعُكَ أَنْ تُحَدِّثَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا يُحَدِّثُ عَنْهُ أَصْحَابُهُ فَقَالَ أَمَا وَاللَّهِ لَقَدْ كَانَ لِي مِنْهُ وَجْهٌ وَمَنْزِلَةٌ وَلَكِنِّي سَمِعْتُهُ يَقُولُ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ
3651. Dari Abdullah bin Az-Zubair, ia berkata: Aku berkata kepada Az-Zubair (ayahnya), "Apa yang menyebabkanmu tidak mau menceritakan sesuatu yang engkau dengar dari Rasulullah sebagaimana para sahabat yang lain menceritakanya?" Dia menjawab, "Demi Allah, aku memang memiliki pandangan dan kedudukan di sisi beliau, tetapi aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, 'Siapa yang berbohong kepadaku dengan sengaja maka bersiaplah menempati tempat duduknya dari api neraka'."
(Shahih)

5. Menyampaikan Hadits dengan Tergesa-gesa
عَنْ عُرْوَةَ قَالَ جَلَسَ أَبُو هُرَيْرَةَ إِلَى جَنْبِ حُجْرَةِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا وَهِيَ تُصَلِّي فَجَعَلَ يَقُولُ اسْمَعِي يَا رَبَّةَ الْحُجْرَةِ مَرَّتَيْنِ فَلَمَّا قَضَتْ صَلَاتَهَا قَالَتْ أَلَا تَعْجَبُ إِلَى هَذَا وَحَدِيثِهِ إِنْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيُحَدِّثُ الْحَدِيثَ لَوْ شَاءَ الْعَادُّ أَنْ يُحْصِيَهُ أَحْصَاهُ
3654. Dari Urwah, dia berkata: Pada suatu ketika Abu Hurairah duduk di samping kamar Aisyah, sementara Aisyah saat itu sedang shalat, lalu dia (Abu Hurairah) berkata, "Wahai penghuni kamar, dengarkanlah -diucapkan sebanyak dua kali-, Ketika Aisyah selesai shalat, dia berkata, "Tidakkah kamu heran dengan ini (Abu Hurairah) dan penyampaian hadits Nabinya? Sesungguhnya, jika Rasulullah membacakan sebuah hadits, lalu ada orang yang meminta supaya beliau mengulanginya, maka beliau pasti mengulangi haditsnya."
(Shahih: Muttafaq 'Alaih)

أَنَّ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ أَلَا يُعْجِبُكَ أَبُو هُرَيْرَةَ جَاءَ فَجَلَسَ إِلَى جَانِبِ حُجْرَتِي يُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسْمِعُنِي ذَلِكَ وَكُنْتُ أُسَبِّحُ فَقَامَ قَبْلَ أَنْ أَقْضِيَ سُبْحَتِي وَلَوْ أَدْرَكْتُهُ لَرَدَدْتُ عَلَيْهِ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَكُنْ يَسْرُدُ الْحَدِيثَ مِثْلَ سَرْدِكُمْ
3655. Dari Aisyah (istri Rasulullah), dia berkata: Apakah kamu tidak heran dengan Abu Hurairah? Dia datang dan duduk di samping kamarku, kemudian dia membacakan (menyampaikan) sebuah hadits dari Rasulullah yang dimaksudkan agar aku mendengarnya, sedangkan saat itu aku sedang shalat sunah, kemudian dia pergi sebelum aku menyelesaiakan shalat sunahku. Seandainya aku bertemu dengannya, pasti akan ku katakan, "Sesungguhnya Rasulullah tidak pernah membacakan haditsnya secepat kalian (seperti yang dilakukan Abu Hurairah)."
(Shahih: Muttafaq 'Alaih), Mukhtashar Asy-Syamail 191

6. Berhati-hati dalam Berfatwa
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَفْتَى
أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أُفْتِيَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ إِثْمُهُ عَلَى مَنْ أَفْتَاهُ زَادَ سُلَيْمَانُ الْمَهْرِيُّ فِي حَدِيثِهِ وَمَنْ أَشَارَ عَلَى أَخِيهِ بِأَمْرٍ يَعْلَمُ أَنَّ الرُّشْدَ فِي غَيْرِهِ فَقَدْ خَانَهُ
3657. Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang berfatwa...."

Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang diberi fatwa tanpa berdasarkan ilmu, maka dosanya ditanggung oleh orang yang memberi Fatwa tersebut. "

Dalam suatu riwayat terdapat tambahan, "Siapa yang memberikan suatu perkara kepada saudaranya sedangkan dia tahu kebenaran itu ada pada perkara yang lain, maka dia telah berkhianat."
(Hasan)

7. Makruhnya Menyembunyikan Ilmu
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سُئِلَ عَنْ عِلْمٍ فَكَتَمَهُ أَلْجَمَهُ اللَّهُ بِلِجَامٍ مِنْ نَارٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
3658. Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang ditanya tentang suatu ilmu lalu dia menyembunyikanya, maka Allah akan mencambuknya dengan cambuk dari api neraka pada Hari Kiamat. "
(Shahih)

8. Keutamaan Mengamalkan dan Menyebarkan Ilmu
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْمَعُونَ وَيُسْمَعُ مِنْكُمْ وَيُسْمَعُ مِمَّنْ سَمِعَ مِنْكُمْ
3659. Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Kalian yang telah mendengarkan (hadits dari Rasulullah) hendaknya menyampaikan kepada orang lain, sedangkan orang yang mendengar dari kalian hendaknya menyampaikanya kepada orang lain (setelahnya)."
(Shahih), Ash-Shahihah, 1784

عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيثًا فَحَفِظَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيهٍ
3660. Dari Zaid bin Tsabit, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda, "Allah akan membaguskan akhlak seseorang yang mendengar hadits dari kami kemudian dia menghafalnya lalu menyampaikanya kepada orang lain. Berapa banyak orang yang menyampaikan ilmu (hadits) kepada orang yang lebih pandai darinya dan berapa banyak orang yang menyampaikan ilmu (hadits) tapi ia tidak memahaminya"
(Shahih: Ibnu Majah), 230

عَنْ سَهْلٍ يَعْنِي ابْنَ سَعْدٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَاللَّهِ لَأَنْ يَهْدِيَ اللَّهُ بِهُدَاكَ رَجُلًا وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ
3661. Dari Sahal bin Sa'ad, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Demi Allah, memberikan petunjuk kepada seseorang lebih baik bagimu daripada unta merah (harta yang berharga)."
(Shahih: Muttafaq 'Alaih) Fiqh As-Sirah, 371

9. Membicarakan Bani Israil
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِّثُوا عَنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَلَا حَرَجَ
3662. Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Ceritakanlah tentang Bani Israil dan itu tidak mengapa. "
(Shahih: Bukhari) dari Ibnu Amru

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ كَانَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَدِّثُنَا عَنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ حَتَّى يُصْبِحَ مَا يَقُومُ إِلَّا إِلَى عُظْمِ صَلَاةٍ
3663. Dari Abdullah bin Amru, dia berkata: Pada suatu ketika Rasulullah menceritakan kepada kami tentang Bani Israil hingga pagi; beliau tidak pernah beranjak (berdiri atau pergi) kecuali pada waktu shalat."
(Shahih sanadnya)

10. Mencari Ilmu Bukan karena Allah
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنْ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَعْنِي رِيحَهَا
3664. Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang mempelajari ilmu yang seharusnya ditujukan karena Allah, sedangkan dia mempelajarinya karena (ingin meraih) kesenangan duniawi, maka pada Hari Kiamat dia tidak akan pernah mencium bau surga."
(Shahih: Ibnu Majah), 252

11. Orang yang Berhak Memberi Nasihat dan Pelajaran
عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ الْأَشْجَعِيِّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَقُصُّ إِلَّا أَمِيرٌ أَوْ مَأْمُورٌ أَوْ مُخْتَالٌ
3665. Dari Auf bin Malik Al Asyja'i, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada yang memberikan nasihat dan pelajaran kecuali seorang raja atau orang yang diperintah raja, atau orang yang mencari popularitas. "
(Shahih) Al Misykah, 2405

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَعَالَى مِنْ صَلَاةِ الْغَدَاةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً مِنْ وَلَدِ إِسْمَعِيلَ وَلَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ مِنْ صَلَاةِ الْعَصْرِ إِلَى أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مَنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً
3667. Dari Anas bin Malik, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya duduk bersama suatu kaum yang berdzikir dan mengingat Allah sejak waktu shalat Subuh hingga terbitnya matahari, adalah lebih aku cintai daripada memerdekakan empat budak dari keturunan Ismail. Sesungguhnya duduk bersama kaum yang berdzikir dan mengingat Allah mulai dari waktu shalat Ashar hingga terbenamnya matahari, adalah lebih aku cintai daripada memerdekakan empat budak. "
(Hasan), Al Misykah, 970

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْرَأْ عَلَيَّ سُورَةَ النِّسَاءِ قَالَ قُلْتُ أَقْرَأُ عَلَيْكَ وَعَلَيْكَ أُنْزِلَ قَالَ إِنِّي أُحِبُّ أَنْ أَسْمَعَهُ مِنْ غَيْرِي قَالَ فَقَرَأْتُ عَلَيْهِ حَتَّى إِذَا انْتَهَيْتُ إِلَى قَوْلِهِ { فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ } الْآيَةَ فَرَفَعْتُ رَأْسِي فَإِذَا عَيْنَاهُ تَهْمِلَانِ
3668. Dari Abdullah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda kepadaku, "Bacakanlah surah An-Nisaa' untukku." Aku menjawab, "Apakah aku harus membacakannya untukmu, sedangkan engkau adalah orang yang diberi wahyu tersebut?" Beliau bersabda, "Sesungguhnya aku senang jika mendengarnya dari orang lain.''' Dia berkata: Kemudian aku membacakannya untuk beliau, hingga ketika sampai pada ayat, "Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat..." (Qs. An-Nisaa' [4]: 41) aku melihat air mata beliau berlinangan.
(Shahih: Muttafaq 'Alaih)
Slideshow Image 1 Slideshow Image 2 Slideshow Image 3 Slideshow Image 4 Slideshow Image 5 Slideshow Image 6 Slideshow Image 7 Slideshow Image 8