Umur Ummat Muhammad saw
Setiap ummat memiliki waktu atau umur yang ditetapkan; dan ketika waktu itu habis, maka tidak bisa ditunda sedikitpun, sebagaimana firman Allâh SWT :
لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ إِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ فَلاَ يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَلاَ يَسْتَقْدِمُوْنَ
Artinya : “Tiap-tiap ummat memiliki waktu, ketika waktu itu datang, maka mereka tidak bisa mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (juga) mendahulukan (nya)”. (Q.S. Yűnus (10) : 49).

Begitu pula dengan ummat Muhammad saw., mereka memiliki ajal yang telah ditentukan sebagaimna sabda Rasűlullâh saw. :
إِنَّمَا أَجَلُكُمْ فِيْ أَجَلٍ مَنْ خَلاَ مِنَ اْلأُمَمِ كَمَا بَيْنَ صَلاَةِ الْعَصْرِ إِلَى مَغْرِبِ الشَّمْسِ
Artinya : “Sesungguhnya ajal kalian dibanding ajal orang yang telah lewat daripada ummat-ummat, sebagaimana --waktu-- di antara shalat ‘Ashar sampai terbenamnya Matahari”. (H.R. At-Tirmidzî. Lihat ‘Umdatul-Qârî juz V, hal. 51).

Dalam hadits yang lain, Rasűlullâh saw. telah menjelaskan masalah ini dengan rinci, Beliau bersabda :
مَثَلُ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْيَهُوْدَ وَ النَّصَارَى, كَمَثَلِ رَجُلٍ اسْتَأْجَرَ قَوْمًا يَعْمَلُوْنَ عَمَلاً إِلَى اللَّيِلِ , فَعَمِلُوْا إِلَى نِصْفِ النَّهَارِ فَقَالُوْا : لاَ حَاجَةَ لَنَا إِلَى أَجْرِكَ الَّذِي شَرَطْتَ لَنَا وَ مَا عَمِلْنَا لَكَ , فَقَالَ لَهُمْ : لاَ تَفْعَلُوْا,أَكْمِلُوْا بَقِيَّةَ عَمَلِكُمْ, وَ خُذُوْا أَجْرَكُمْ كَامِلاً فَأَبَوْا وَ تَرَكُوْهُ , فَاسْتَأْجَرَ أُجُرَاءَ بَعْدَ هُمْ فَقَالَ : إِعْمَلُوْا بَقِيَّةَ يَوْمِكُمْ وَ لَكُمُ الَّذِي شَرَطْتُ لَهُمْ مِنَ اْلأَجْرِ, حَتَّى إِذَ ا كَانَ حِيْنَ صَلاَةِ الْعَصْرِ قَالُوْا : لَكَ مَا عَمِلْنَا وَ لَكَ اْلأَجْرُالَّذِيْ جَعَلْتَ لَنَا فِيْهِ, فَقَالَ : أَكْمِلُوْا بَقِيَّةَ عَمَلِكُمْ , فَإِنَّمَا بَقِيَّ مِنَ النَّهَارَ شَيْءٌ يَسِيْرٌ, فَأَبْوَا فَاسْتَأْجَرَ قَوْمًا أَنْ يَعْمَلُوْا لَهُ بَقِيَّةَ يَوْمِهِمْ , فَعَمِلُوْا لَهُ بَقِيَّةَ يَوْمِهِمْ حَتَّى غَابَتِ الشَّمْسُ وَ اسْتَكْمَلُوْا أَجْرَ الْفَرِقَيْنِ كَلَيْهِمَا , فَذَلِكَ مَثَلُهُمْ وَ مَثَلُ مَا قَبِلُوْا مِنْ هَذَا النُّوْرِ
Artinya : “Perumpamaan kaum Muslimîn dan Yahűdi serta Nasrani, seperti perumpamaan seorang yang mengupah satu kaum (Yahűdi) untuk melakukan sebuah pekerjaan sampai malam hari, namun mereka melakukannya hanya sampai tengah hari. Lalu merekapun berkata :” Kami tidak membutuhkan upah yang engkau janjikan pada kami, dan apa yang telah kami kerjakan semua bagi-mu”. Ia pun berkata : ”Jangan kalian lakukan hal itu, sempurnakanlah sisa waktu pekerjaan kalian, dan ambillah upah kalian dengan sempurna”. Mereka (Yahűdi) pun menolak dan meninggalkan orang itu. Maka orang itu mengupah beberapa orang (Nasrani) selain mereka (Yahűdi), ia berkata : “Kerjakanlah sisa hari kalian, dan bagi kalian upah yang telah aku janjikan untuk mereka (Yahűdi)”. Sehingga ketika tiba waktu shalat ‘Ashar, mereka (Nasrani) berkata : “Ambillah apa yang telah kami kerjakan untuk-mu dan juga upah yang engkau sediakan untuk kami”. Orang itu berkata : “Sesungguhnya sisa waktu siang tinggal sedikit”. Mereka (Nasrani) tetap menolak, sehingga orang itu mengupah kaum yang lain (Muslimîn) untuk melakukan pekerjaan sehingga selesai sisa hari mereka (Nasrani), yaitu sehingga terbenamnya Matahari dan mereka pun mendapat upah yang sempurna yang dijanjikan kepada dua kelompok sebelumnya. Seperti itulah perumpamaan mereka (Yahűdi dan Nasrani) dan perumpamaan apa yang kalian (Muslimîn) terima daripada cahaya --hidayah-- ini. (H.R. Al-Bukhârî. Lihat fathul-Kabîr juz V, hal. 202, no. 5728).

Penjelasan Hadits : 1. Yang dimaksud “melakukan sebuah pekerjaan” disini ialah memikul risalah Allâh di muka Bumi. 2. Yang dimaksud “Sampai tengah hari” ialah sampai habisnya waktu Maghrib, dan ini sebuah perumpamaan. 3. Yang dimaksud “namun mereka melakukannya hanya sampai tengah hari” ialah ummat Yahűdi sebagai ummat yang lebih dahulu diberi pekerjaan (tugas) memikul Risalah, masa mereka melakukan tugas itu ialah dari waktu pagi sampai tengah hari.

Al-Imâm Ibnu Hajar Al-‘Atsqalânî berkata :
وَ قَدِ اتِّفَقَى أَهْلُ النَّقْلِ أَنَّ مُدَّةَ الْيَهُوْدِ إِلَى بِعْثَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلََّمَ أَكْثَرَ مِنْ أَلْفَيْ سَنَةٍ , وَ مُدَّةُ النَّصَارَى مِنْ ذَلِكَ سِتُّّمِائَةٍ وَ قِيْلَ أَقَلَّ
Artinya : “Para ahli naql telah sepakat bahwa masa (umur) bangsa Yahűdi --sejak diutusnya Musâ a.s.-- sampai diutusnya Nabi saw. adalah lebih dari 2,000 tahun. Dan umur Nasrani dari jumlah itu sebanyak 600 tahun. Satu pendapat mengatakan lebih sedikit dari itu”. (Lihat Fathul-Bârî juz IV, hal 449).

Ini artinya umur Yahűdi ialah : 2,000 tahun lebih dikurangi 600 tahun --umur Nasrani-- sama dengan 1,400 tahun lebih.

Al-Ustadz Amin Muhammad Jamaluddîn mengatakan bahwa menurut para ahli sejarah kelebihan --umur ummat Yahűdi-- yang dimaksud adalah lebih dari 100 tahun, oleh karena itu tepatnya umur ummat Yahűdi adalah 1,500 tahun lebih.

4. Yang dimaksud dengan “Sehingga ketika telah tiba waktu shalat ‘Ashar”, adalah batas waktu ummat Nasrani, yaitu dari tengah hari sampai waktu ‘Ashr.

Dan telah disebutkan bahwa umur ummat Nasrani ialah 600 tahun atau kurang sedikit, sebagaimana disebutkan oleh Salmân :
فَتْرَةُ بَيْنَ عِيْسَى وَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلََّمَ سِتُّمِائَةِ سَنَةٍ
Artinya : “Masa fatrah (kevakuman) di antara ‘Îsa dan Muhammad saw. adalah 600 tahun” (H.R. Al-Bukhârî).

Al-Imâm Ibnu Hajar Al-Atsqalânî menuqilkan dua pendapat lain, yaitu dari Qatâdah yang menyatakan bahwa masa Fatrah itu berlangsung selama 560 tahun dan dari Al-Kalbî yang menyatakan 500 tahun, bahkan ada pendapat yang menyatakan 400 tahun. (Lihat Fathul-Barî juz VII hal. 277).

5. Yang dimaksud “Sesungguhnya sisa waktu siang tinggal sedikit”, menurut Al-Imâm Ibnu Hajar Al-Atsqalânî ialah :
مَا بَقِيَ مِنَ الدُّنْيَا ..., وَ تَضَمَّنَ الْحَدِيْثُ اْلإِشَارَةَ إِلَى قَصْرِ الْمُدَّةِ الَّتِيْ بَقِيَتْ مِنَ الدُّنْيَا
Artinya : “Apa yang tersisa dari umur dunia,... dan hadits ini mengandung isyarat akan pendeknya masa (usia) dunia yang tersisa”. (Lihat Fathul-Barî juz IV hal. 448).

6. Yang dimaksud “Maka kaum itu (Muslimîn) pun bekerja pada sisa hari mereka (Nasrani), yaitu sehingga terbenamnya Matahari”, adalah masa tugas ummat Islâm dan juga merupakan umur atau ajal mereka di dunia, yaitu : dari waktu ‘Ashr sampai dengan terbenamnya Matahari.

Jadi, umur ummat Muhammad saw. ialah umur ummat Yahűdi : 1,500 tahun lebih sedikit, dikurangi umur ummat Nasrani : 600 tahun, menjadi 900 tahun lebih sedikit, ditambah 500 tahun, menjadi 1,400 tahun lebih sedikit.

Al-Ustadz Amin Muhammad Jamaluddîn mengatakan bahwa, Al-Imâm As-Suyűthî dalam kitabnya yang berjudul Al-Kasysyaf --ketika menerangkan tentang keluarnya Imâm Al-Mahdi-- berkata : “Hadits-hadits hanya menunjukan, bahwa masa (umur) ummat ini (ummat Islâm) lebih dari 1,000 tahun, dan tambahannya sama-sekali tidak lebih dari 500 tahun”.

Adapun tambahan 500 tahun dijelaskan dalam sebuah hadits dari Sa’ad, Rasűlullâh saw. bersabda :
إِنَّ َلآَرْجُوْا أَنْ لاَ تَعْجَزَ أُمَّتِي عِنْدَ رَبِّهَا : أَنْ يُؤَخِّرَهُمْ نِصْفَ يَوْمٍ
Artinya : “Sesungguhnya aku berharap bahwa masa ummat-ku tidak akan lemah di sisi Rabb mereka, jika Ia mengulurkan --umur-- mereka setengah hari”. (H.R. Ahmad dan Abű Dâwűd. Lihat Fathul-Kabîr juz II, hal 325, no. 477). Dalam lafazh yang lain, sabda Beliau saw. :
إِنَّ اللَّهَ لَنْ يُعْجِزَنِي فِي أُمَّتِي أَنْ يُؤَخِّرَهَا نِصْفَ يَوْمٍ : خَمْسُمِائَةِ عَامٍ
Artinya : “Sesungguhnya Allâh tidak akan melemahkan-ku, yaitu pada ummat-ku, jika Ia mengulur --umur-- mereka setengah hari, yaitu : 500 tahun”. (H.R. Abű Nu’aim dalam Al-Hilyah. Lihat Fathul-Kabîr juz II, hal 126, no. 1807).

Subhat Dan Penjelasannya : Bila kita perhatikan kembali hadits yang menyebutkan masa tugas ummat Nasrani, yaitu dari waktu tengah hari (Zhuhur) sampai waktu shalat ‘Ashar, dan masa tugas kaum Muslimîn --sebelum mendapat tambahan 500 tahun-- dari waktu ‘Ashar sampai terbenamnya Matahari, maka dapat disimpulkan bahwa masa tugas ummat Nasrani lebih panjang dari masa tugas kaumMuslimîn sebelum mendapat tambahan umur. Karena jarak antara waktu Zhuhur sampai ‘Ashar lebih panjang dari jarak antara waktu ‘Ashar sampai terbenam matahari.

Al-Ustadz Amin Muhammad Jamaluddîn telah memberikan jawaban yang sangat jelas dalam masalah ini, beliau berkata : Ada sebuah hadits Nabi saw. yang menghilangkan keraguan ini, yakni diriwayatkan oleh Ath-Thabranî dengan sanad dari Samrah bin Jundub dengan lafazh (yang terjemahannya) : “Karenanya, mereka (kaum Nasrani) beramal sampai pada waktu yang dekat dengan shalat ‘Ashar”.

Artinya masa tugas ummat Nasrani tidak sampai masuk waktu ‘Ashar. Sedangkan masa tugas kaum Muslimîn dalam riwayat yang lain dalam kitab Shahih Al-Bukhârî terdapat lafazh (yang terjemahannya) : “Sampai malam” sebagai ganti “Sampai terbenam Matahari”. (Demikian penjelasan Al-Ustadz Amin Muhammad Jamaluddîn).

Begitu pula kalau kita perhatikan point 2. pada Penjelasan Hadits, disitu disebutkan masa untuk memikul Risalah, yaitu “sampai malam hari”. Jadi tugas kaum Muslimîn dimulai sejak sebelum waktu ‘ashar dan selesai pada malam hari. Ini menunjukan masa tugas kaum Muslimîn lebih panjang dari ummat nasrani.

Al-Imâm Ibnu Hajar Al-Atsqalânî juga menegaskan seperti itu ketika beliau membahas masalah ini, beliau berkata :
كَوْنُ أَهْلُ اْلأَخْبَارِ مُتَّفَقِيْنَ عَلَى أَنَّ الْمُدَّةَ الَّتِي بَيْنَ عِيْسَى وَ نَبِيِّنَا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلََّمَ دُوْنَ الْمُدَّةِ الَّتِيْ بَيْنَ نَبِيِّنَا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلََّمَ وَ قِيَامِ السَّاعَةِ. ِلآَنَّ جُمْهُوْرَ أَهْلِ الْمَعْرِفَةِ بِاْلإِخْبَارِ قَالُوْا أَنَّ مُدَّةَ الْفَتْرَةِ بَيْنَ عِيْسَى وَ نَبِيِّنَا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلََّمَ سِتُّمِائَةِ سَنَةٍ وَ ثَبَتَ ذَلِكَ فِيْ صَحِيْحِ الْبُخَارِي عَنْ سَلْمَانَ , وَ قِيْلَ إِنَّهَا دُوْنَ ذَلِكَ حَتَّى جَاءَ عَنْ بَعْضِهِمْ أَنَّهَا مِائَةُ وَ خَمْسَ وَ عِشْرُوْنَ سَنَةٍ وَ هَذِهِ مَدَّةُ الْمُسْلِمِيْنَ بِالْمُشَاهَدَةِ أَكْثَرُ مِنْ ذَلِكَ
Artinya : Para ahli sejarah telah sepakat, bahwa masa antara ‘Îsâ sampai Nabi kita saw. lebih sedikit dibanding masa Nabi kita saw. sampai terjadinya Qiyamat. Karena sesungguhnya jumhur ahli sejarah mengatakan bahwa masa fatrah diantara ‘Îsâ dan Nabi kita saw. berlangsung 600 tahun, dan itu terdapat dalam Shahih Al-Bukhârî dari Salmân. Bahkan ada pendapat yang mengatakan bahwa masa --fatrah-- itu lebih sedikit dari itu, sehingga sebagian dari mereka ada yang mengatakan masa itu hanya berlangsung 125 tahun, dengan melihat itu maka masa (umur) kaum Muslimîn tentu lebih panjang dari itu. (Lihat fathul-Bârî juz II, hal. 40)

Penutup : Berdasarkan kajian dan informasi ini, kita dapat menyimpulkan bahwa saat ini kita berada di masa-masa terakhir umur ummat ini dan masa-masa munculnya tanda-tanda besar Qiyamat. Karena kita sekarang ini berada pada tahun 1422 H (yang bertepatan dengan tahun 2002 M), ditambah dengan 13 tahun kenabian, berarti umur ummat ini sejak diutusnya Rasűlullâh saw., telah mencapai 1435 tahun.

Semoga kajian dan informasi ini menambah imân kita kepada Allâh dan Rasűl-Nya dan memberi motivasi kepada kita untuk lebih giat lagi mempersiapkan diri sebagai pemikul Risalah yang terakhir untuk menghadapi peristiwa-peristiwa luar biasa dan pertempuran-pertempuran besar yang mengawali datangnya Tanda-Tanda Besar Qiyamat, sebagaimana sabda Rasűlullâh saw. :
بَادِرُوْا بِاْلأَعْمَالِ سِتًّا , طُلُوْعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا , وَ الدُّخَانَ , وَ دَابَّةَ اْلأرْضِ , وَ الدَّجَالَ , وَ خُوَيْصَةَ أَحَدُكُمْ , وَ أَمْرَ الْعَامَّةِ.
Artinya : “Segeralah kalian melakukan berbagai ‘amal (perbuatan) --untuk mempersiapkan diri-- sebelum datangnya 6 (enam) perkara ; (1) Terbitnya Matahari dari tempat terbenamnya, (2) Keluarnya Asap, (3) Keluarnya binatang bumi, (4) Keluarnya Dajjâl, (5) Terjadinya Kematian salah seorang kalian, (6) Perkara orang awam (bodoh)”. (H.R. Ahmad dan Muslim. Lihat Fathul-Kabîr juz III, hal. 3, no. 2810)

Al-Imâm Ibnul-Atsîr menjelaskan maksud hadits ini, beliau berkata :
وَ مَعْنَى مُبَادَرَتِهَا بِاْلأَعْمَلِ , اْلإِنْكِمَاشُ فِيْ اْلأَعْمَالِ الصَّالِحَاتِ وَ اْلإِهْتِمَامِ بِهَا قَبْلَ وُقُوْعِهَا.
Artinya : “Makna menyegerakan waktu dengan berbagai ‘amal, ialah dengan ‘amal-‘amal yang baik, serta menaruh perhatian terhadapnya sebelum terjadinya (enam perkara)”. (Lihat An-Nihâyah juz II, hal 37).
Slideshow Image 1 Slideshow Image 2 Slideshow Image 3 Slideshow Image 4 Slideshow Image 5 Slideshow Image 6 Slideshow Image 7 Slideshow Image 8