Makna Dan FadhÓlah Ramadh‚n


Ramadh‚n adalah bulan yang paling mulia dan istimewa dari seluruh bulan Qamariyah, bulan pensucian dosa, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Hajar Al-'Asq‚lanÓ:
لأَنَّهُ تُمْرَضُ فِيْهِ الذُّنُوْبُ أَيْ تُحْرَقُ لأَنَّ الرَّمْضَاءَ شِدَّةُ الْحَرِّ
Artinya:
Karena sesungguhnya dihanguskan di dalamnya (Ramadh‚n) seluruh dosa; maksudnya: dibakar, karena Ramdh‚', artinya "sangat panas".
(Fathul-B‚rÓ juz IV hal. 113)

Ramadh‚n adalah satu-satunya nama bulan yang disebut di dalam Al-Qur‚n, dan itu merupakan salah satu bukti kemuliaannya sebagaimana dinyatakan dalam surah Al-Baqarah (2) ayat 185:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرآنَ هُدًى لِلنَّاسِ وَ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَ الْفُرْقَانِ
Artinya:
"Bulan Ramadh‚n --adalah bulan-- yang di dalamnya diturunkan Al-Qur‚n sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan dari petunjuk itu, dan pemisah (antara yang haq dan b‚thil)".

Yang dimaksud dengan (أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرآنَ) "bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur‚n"; ialah diturunkan sekaligus 30 juz dari "Lauhul-MahfŻz" yang berada di langit ke tujuh ke sebuah tempat bernama "Baitul-'Izzah" di langit dunia, yaitu turun di dalam "Malam- Qadar" atau "Lailatul-Qadri" sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Qadar (97) ayat 1:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya:
"Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur‚n) pada Malam Qadar".

Artinya, tempat penyimpanan Al-Qur‚n sebelum diturunkan adalah di "Lauhul-MahfŻz" sebagaimana di sebutkan dalam surah Al-BurŻj (85) ayat 21-22:
بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مَجِيْدٌ . فِي لَوْحٍ مَحْفُوْظٍ
Artinya:
"Bahkan ia adalah Qur‚n yang mulia. Yang tersimpan di Lauh MahfŻzh".

"Lauh" dari segi bahasa artinya "Papan Besar", (Billboard) sedangkan "MahfŻzh" artinya "Yang Dijaga" atau "Terpelihara". (Maksudnya, Al-Qur‚n di "Lauhul-MahfŻzh" terjaga atau terpelihara dari penambahan, pengurangan, penyimpangan dan perubahan ).
(TafsÓr Ibnu KatsÓr juz 4 hal. 496-497)

Muq‚til berkata:
اللَّوْحُ الْمَحْفُوْظُ عَنْ يَمِيْنِ الْعَرْشِ
Artinya:
"Lauhul-MahfŻzh itu ada di sebelah kanan 'Arsy".
(TafsÓr Ibnu KatsÓr juz 4 hal. 497)

Ibnu 'Abb‚s dan lain-lain berkata:
أَنْزَلَ اللَّهُ اْلقُرْآنَ جُمْلَةً وَاحِدَةً مِنَ اللَّوْحِ الْمَحْفُوْظِ إِلَى بَيْتِ الْعِزَّةِ مِنَ السَّمَاءِ الدُّنْيَا ثُمَّ نَزَّلَ مُفَصَّلاً بِحَسْبِ الْوَقَائِعِ فِي ثَلاَثِ وَ عِشْرِيْنَ سَنَةٍ عَلَى رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ
Artinya:
"All‚h menurunkan Al-Qur‚n secara sekaligus (30 juz) dari Lauhul-MahfŻzh ke Baitul-'Izzah (Rumah Yang Mulia) di langit dunia, lalu Ia menurunkannya secara berangsur-angsur sesuai dengan peristiwa yang terjadi -- di bumi -- selama 23 tahun kepada RasŻlull‚h saw".
(TafsÓr Ibnu KatsÓr juz 4 hal. 529)

Dan peristiwa itu terjadi di "Malam Qadar"; yaitu salah satu malam yang terdapat di bulan Ramadh‚n, atau lebih tepat di salah satu 10 malam terakhir di bulan Ramadh‚n, sebagaimana ditegaskan oleh RasŻlull‚h saw di dalam hadits yang shahÓh.

Adapun turunnya Al-Qur‚n dari Baitul-'Izzah kepada RasŻlull‚h saw selama 23 tahun secara berangsur-angsur ialah melalui perantara malaikat JibrÓl, sebagaimana disebutkan dalam surah Asy-Syu'ar‚' (26) ayat 193-194:
نَزَلَ بِهِ الرُّوُحُ اْلأَمِيْنُ . عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُوْنَ مِنَ الْمُنْذِرِيْنَ .
Artinya:
Dia (Al-Qur‚n) dibawa turun oleh Ar-RŻhul-AmÓn (JibrÓl). Ke dalam hati-mu (Muhammad), agar engkau menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan.

Maka sempurnalah, Al-Qur‚n sebagai kitab yang paling mulia, diturunkan oleh All‚h Yang Maha Mulia di bulan yang sangat mulia, yaitu bulan Ramadh‚n, ke tempat yang mulia, yaitu Baitul-'Izzah di langit dunia, di malam yang mulia, yaitu Malam Qadar, lalu dibawa turun oleh malaikat yang paling mulia, yaitu JibrÓl a.s., kepada RasŻl yang paling mulia, yaitu Muhammad saw, untuk disampaikan kepada umat yang mulia, yaitu umat Isl‚m.

Adapun keistimewaan lain dari bulan Ramadh‚n dinyatakan oleh RasŻlull‚h saw dalam sabdanya:
إَذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ ، وَ غُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنً
Artinya:
"Apabila Ramadh‚n telah tiba, maka dibukalah pintu-pintu Sorga, dan dikuncilah pintu-pintu Neraka, dan syaith‚n-syaith‚n pun di rantai" .
(H.R. Al-Bukh‚rÓ dan Muslim. Lihat At-TarghÓb Wat-TarhÓb juz II hal. 18)

Dalam riwayat Muslim, redaksinya:
فُتِحَتْ أَبْوَابُ الرَّحْمَةِ
Artinya:
"Dibukalah pintu-pintu rahmat".

Juga dalam riwayat Al-Bukh‚rÓ , dengan redaksi:
فُتِحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ
Artinya:
"Dibukalah pintu-pintu langit".

Dibuka pintu-pintu Sorga dan dikunci pintu-pintu Neraka, ini menunjukkan betapa besar maghfirah (pengampunan) yang All‚h curahkan dalam bulan Ramadh‚n, dari detik ke detik, menit ke menit, jam ke jam, hari ke hari dan seterusnya, khususnya mahgfirah (pengampunan) kepada hamba-hamba-Nya yang berim‚n.

Demikian pula dibukanya pintu-pintu rahmat dan pintu-pintu langit, menunjukkan betapa besar rahmat atau kasih sayang yang All‚h limpahkan di bulan Ramadh‚n ini.

Dan dirantainya syaith‚n merupakan isyarat bahwa syaith‚n tidak memiliki kemampuan membujuk orang-orang mu'min untuk melakukan perbuatan maksiat di bulan Ramadh‚n.

Jelaslah, bahwa bulan Ramadh‚n adalah bulan yang sangat kondusif untuk melakukan berbagai 'amal sh‚lih dalam rangka karakter building mencapai ketaqw‚an kepada All‚h.

Namun, Im‚m Al-QurthubÓ mengatakan:
"Dirantainya syaith‚n tidak berarti hilangnya kejahatan dan kemaksiatan, karena masih ada faktor-faktor selain syaith‚n yang menjadi sumber kejahatan dan kemaksiatan, yaitu jiwa (hati) yang buruk, kebiasaan buruk, dan syaith‚n-syaith‚n dari kalangan manusia".
(Lihat Fathul-B‚rÓ juz IV hal. 114)

Dalam sebuah hadits yang lain, ada tambahan setelah kalimat "dan dirantai syaith‚n-syaith‚n", RasŻlull‚h saw bersabda:
وَ يُنَادِي مُنَادٍ )وَ فِي رِوَايَةٍ : مَلَكٌ( كُلَّ لَيْلَةٍ : يَا طَالِبُ الْخَيْرِ هَلُمَّ ، وَ يَا طَالِبُ الشَّرِّ أَمْسِكْ
Artinya:
Dan ada seruan dari seorang penyeru (dalam sebuah riwayat: Malaikat) setiap malam -- di bulan Ramadh‚n --: "Wahai para pencari kebaikan, kemarilah! Dan wahai pencari keburukan, tahanlah!".
(H.R. An-Nas‚-Ó dan Ahmad. Lihat Silsilatu Al-Ah‚ditsush-ShahÓhah jilid IV no.: 1868)

Hadits ini menegaskan satu lagi keistimewaan yang ada di bulan Ramadh‚n, yaitu setiap malam ada Malaikat yang menyeru atau memanggil langsung ke dalam hati nurani setiap orang, yang isi panggilannya mendorong setiap orang untuk melakukan kebaikan dan meninggalkan keburukan, sehingga bagi orang yang memiliki nurani yang peka, mudah dan ringan rasanya untuk melakukan berbagai kebaikan dan meninggalkan perbuatan buruk di bulan yang penuh berkah itu.

Demikian besarnya keagungan dan keberkahan Ramadh‚n, diungkapkan dalam sebuah riwayat dari Nabi saw:
لَوْ يَعْلَمُ الْعِبَادُ مَا رَمَضَانُ لَتَمَنَّتْ أُمَّتِي أَنْ تَكُوْنَ السَّنَةُ كُلُّهَا رَمَضَانَ
Artinya:
"Seandainya para hamba itu tahu apa --kebaikan-- Ramadh‚n, niscaya umatku akan menginginkan jika Ramadh‚n itu berlangsung selama setahun penuh".
(H.R. Ibnu Khuzaimah dalam shahÓhnya dan Al-BaihaqÓ dari jalurnya (Ibnu Khuzaimah), dan AbŻ Syaikh dalam kitab "Ats-Tsaw‚b". Lihat At-TarghÓb Wat-TarhÓb juz II hal. 22-23)

Dan sebagai tambahan, kami nuqilkan sebuah riwayat yang dishahÓhkan oleh Ibnu Khuzaimah dari Salm‚n (r.a.); ia berkata: RasŻlull‚h saw pernah berkhuthbah di hadapan kami pada akhir bulan Sya'b‚n (menjelang Ramadh‚n):
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهٌْرٌ عَظِيْمٌ مُبَارَكٌ ، شَهْرٌ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ، شَهْرٌ جَعَلَ اللَّهُ صِيَامَهُ فَرِيْضَةً ، وَ قِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا
Artinya:
"Wahai manusia, sungguh kalian dinaungi oleh bulan yang amat mulia dan penuh berkah, bulan yang di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari 1000 bulan, bulan yang All‚h jadikan wajib bershaum padanya, dan shalat malamnya sebagai tambahan (kesempurnaan)".

مَنْ تَقَرَّبَ فِيْهَ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ كَمَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ ، وَ مَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِيْهِ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِيْنَ فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ ،
Artinya:
"Siapa-saja mendekatkan diri (taqarrub) --kepada All‚h-- dengan mengerjakan sesuatu kebaikan --yang (sunah) --, maka ia seperti seorang yang melakukan kewajiban di luar Ramadh‚n, dan siapa-saja yang melakukan kewajiban di dalamnya (Ramadh‚n), maka ia seperti seorang yang melakukan 70 kewajiban di luar Ramadh‚n".

وَ هُوَ شَهْرُ الصَّبِر ، وَ الصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةُ ، وَ شَهْرُ الْمُوَاسَاةِ وَ شَهْرٌ يُزَادُ فَي رِزْقِ الْمُؤْمِنِ فِيْهِ ،
Artinya:
"Ia (Ramadh‚n) adalah bulan kesabaran (menahan nafsu untuk melaksanakan keta'atan), dan sabar itu ganjarannya Sorga, dan bulan kebersamaan, dan bulan yang di dalamnya ada tambahan rezeqi bagi orang mu'min".

مَنْ فَطَّرَ فِيْهِ صَائِمًا كَانَ مَغْفِرَةً لِذُنُوْبِهِ وَ عِتْقَ رَقَبَتِهِ مِنَ النَّارِ ، وَ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ
Artinya:
"Siapa-saja yang menyuguhkan hidangan berbuka di dalamnya (Ramadh‚n) kepada seorang yang Shaum, maka hal itu menjadi pengampunan bagi dosa-dosanya, dan membebaskan dirinya dari Neraka, dan ia pun mendapat pahala Shaum orang tersebut, tanpa mengurangi pahala orang tersebut".

Para shahabat pun berkata:
يَا رَسُوْلَ اللَّهِ لَيْسَ كُلُّنَا يَجِدُ مَا يُفَطِّرُ الصَّائِمَ
Artinya:
"Wahai RasŻlull‚h, tidak setiap kami menjumpai (mampu) --memberi-- suguhan berbuka bagi orang yang Shaum".

Maka RasŻlull‚h saw menjawab:
يَعْطِي اللَّهُ هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلَى تَمْرَةٍ ، أَوْ عَلَى شَرْبَةِ مَاءٍ ، أَوْ مَذْقَةِ لَبَنٍ
Artinya:
"All‚h akan memberi ganjaran ini (yaitu: pengampunan dosa, dibebaskan dari Neraka dan pahala Shaum) bagi siapa-saja yang memberi suguhan berbuka kepada orang yang Shaum --walaupun-- hanya korma, atau memberi minum air atau memberi susu yang dicampur (bukan susu murni)".

وَ هُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ ، وَ أَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ ، وَ آخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ
Artinya:
"Dan ia (Ramadh‚n) adalah bulan yang awalnya --curahan -- rahmat, dan tengahnya -- curahan -- maghfirah (pengampunan), dan akhirnya pembebasan (selamat) dari Neraka" .

مَنْ خَفَّفَ عَنْ مَمْلُوْكِهِ فِيْهِ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ، وَ أَعْتَقَهُ مِنَ النَّارِ
Artinya:
"Siapa-saja yang meringankan -- pekerjaan -- dari budaknya (pembantunya) di bulan Ramadh‚n, maka All‚h akan mengampuninya dan membebaskannya dari Neraka".

وَ اسْتَكْثِرُوْا فِيْهِ مِنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ : خَصْلَتَيْنِ تُرْضُوْنَ بِهِمَا رَبَّكُمْ ، وَ خَصْلَتَيْنِ لاَ غِنَاءَ بِكُمْ عَنْهُمَا
Artinya:
"Perbanyaklah oleh kalian di dalamnya (Ramadh‚n) 4 (empat) perkara ('amalan); 2 (dua) perkara ('amalan) akan membuat Rabb kalian ridh‚-- kepada kalian --, dan 2 (dua) perkara ('amalan) tidak -- akan pernah berhenti -- kalian butuhkan keduanya -- selamanya --".

فَأَمَّا الخَصْلَتَانِ اللَّتَانِ تُرْضُوْنَ بِهِمَا رَبَّكُمْ : فَشَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَ تَسْتَغْفِرُوْنَهُ
Artinya:
"Adapun 2 (dua) perkara ('amalan) yang membuat Rabb kalian ridh‚ pada kalian, ialah -- mengucapkan -- syahadat L‚Il‚ha Ill‚l-L‚hu dan beristighf‚r kepada-Nya".

وَ أَمَّا الْخَصْلَتَانِ اللَّتَانِ لاَ غِنَاءَ بِكُمْ عَنْهُمَا ، فَتَسْأَلُوْنَ اللَّه الْجَنَّةَ وَ تَعُوْذُوْنَ بِهِ مِنَ النَّارِ
Artinya:
"Adapun 2 (dua) perkara ('amalan) yang kalian tidak -- akan pernah berhenti -- membutuhkannya, ialah memohon Sorga kepada All‚h dan mohon perlindungan kepada-Nya dari Neraka".

وَ مَنْ سَقَاهُ صَائِمًا سَقَاهُ اللَّهُ مِنْ حَوْضِي شَرْبَةً لاَ يَظْمَأُ حَتَّى يَدْخُلَ الْجَنَّةَ
Artinya:
"Dan siapa-saja yang memberi minum kepada orang yang Shaum, maka All‚h akan memberi minum padanya dari telaga-ku -- pada hari Qiyamat di padang mahsyar -- dengan seteguk air yang membuatnya tidak merasa haus, sehingga ia masuk Sorga". (Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam kitab shahÓhnya, dan ia berkata: "Ini berita yang shahÓh". Dan ia (Ibnu Khuzimah) meriwayatkannya dari jalur Al-BaihaqÓ. Dan hadits ini juga diriwayatkan oleh AbŻSyaikh Ibnu Hibb‚n dalam kitab "Ats-Tsaw‚b" dengan diringkas dari keduanya (Ibnu Khuzaimah dan Al-BaihaqÓ. Lihat At-TarghÓb Wat-TarhÓb juz II hal. 16-17).

-- Wall‚hu A'lam --


Slideshow Image 1 Slideshow Image 2 Slideshow Image 3 Slideshow Image 4 Slideshow Image 5 Slideshow Image 6 Slideshow Image 7 Slideshow Image 8