A. Keistimewaan (Fadhīlah) Shalat Malam
- Menghalau Penyakit Dari Tubuh
Rasūlullāh saw. bersabda :
عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ ، فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِيْنَ قَبْلَكُمْ ، وَقُرْبَةُ إِلَى اللهِ ، وَمَنْهَاةُ عَنِ اْلاِثْمِ وَتَكْفِيْرُ لِلسَّيِّئَاتِ، وَمُطَرِدَةٌ لِلدَّاءِ عَنِ اْلجَسَدِ
Artinya :
"Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam, karena hal itu merupakan adat kebiasan orang-orang shalih sebelum kalian dan sebagai pendekatan diri (taqarrub) kepada Allāh, penghalang dari perbuatan dosa, penghapus bagi perbuatan-perbuatan yang buruk dan membuang penyakit dari tubuh".
(H.R. Ahmad, At-Tirmidzī, Al-Hākim dan Al-Baihaqī dari Bilāl. Dan juga At-Tirmidzī, Al-Hākim dan Al-Baihaqī dari Abū Umāmah. Dan juga Ibnu 'Asākir dari Abūd-Dardā''. Dan juga Ath-Thabrānī dari Salmān. Dan juga Ibnu Sunnī dari Jabir. Lihat Al-Fathul-Kabīr dari Syaikh Al-Albānī juz IV hal. 50 no. : 3958)
- Mengalahkan Syaithān
Rasūlullāh saw. bersabda :
يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ يَضرِبُ كُلَّعُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيْلُ فَارْقُدْ ، فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللهَ اِنْحَلَّتْ عُقْدَةٌ ، فَإِنْ تَوَضَّأَ اِنْحَلَّتْ عُقْدَةٌ ، فَإِنْ صَلَّى اِنْحَلَّتْ عُقْدَةٌ ، فَأَصْبَحَ نَشِيْطًا طَيِّبٌ النَّفْسِ ، وَاِلاَّ أَصْبَحَ خَبِيْثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ
Artinya :
"Syaithān itu mengikat tengkuk kepala salah seorang kalian ketika ia tidur, dengan tiga ikatan. Ia memukul pada tempat-tempat ikatan tersebut - sambil berkata -- : "Malam masih panjang bagimu, tidurlah". Maka apabila ia terbangun dan mengingat Allāh (dzikir), maka lepaslah satu ikatan. Dan apabila ia berwudhu, lepas pula satu ikatan berikutnya. Dan jika ia shalat, maka lepaslah ikatan - yang terakhir --. Maka ia pun menjadi orang yang giat dan baik jiwanya. Dan jika ia tidak - bangun untuk shalat -- maka menjadi buruklah jiwanya dan malas".
(H.R. Al-Bukhārī juz II hal. 65)

Al-Imām Ibnu Hajar Al-Atsqalānī berkata :
"Sesungguhnya di dalam shalat malam itu terdapat rahasia perbaikan jiwa walau pun orang yang melakukannya tidak sedikit pun mengingat hal ini. Inilah yang diisyarakan oleh firman Allāh :
اِنَّ نَاشِئَةَ الَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَامُ قِيْلاً
Artinya :
"Sesungguhnya bangun di waktu malam itu lebih tepat (untuk khusyū') dan bacaan di waktu itu lebih berkesan".
(Surah Al-Muzzammil (73) : 6)
(Lihat Fathul-Bārī juz III hal. 26).
- Mendapatkan Kemuliaan Dunia dan Akhirat
Rasūlullāh saw. bersabda :
شَرْفُ الْمُؤْمِنِ صَلاَتُهُ بِاللَّيْلِ ، وَعِزُّهُ اِسْتِغْنَاؤُهُ عَمَّا فِي اَيْدِى النَّاسِ
Artinya :
"Kemuliaan seorang mu'min -- terletak -- pada shalatnya di waktu malam, sedangkan kejayaannya - terletak - pada sikap tidak berhajat (ingin) terhadap apa-apa yang berada di tangan orang lain".
(H.R. 'Uqailī dan Al-Khathīb dari Abū Hūrairah. Lihat Al-Fathul-Kabīr dari Syaikh Al-Albānī jilid III hal. 229 no. 3604)

Dan masih banyak lagi hadīts-hadīts yang menerangkan keistimewaan atau fadhīlah shalat malam.


Slideshow Image 1 Slideshow Image 2 Slideshow Image 3 Slideshow Image 4 Slideshow Image 5 Slideshow Image 6 Slideshow Image 7 Slideshow Image 8