Syarat-Syarat Memperoleh Hasanah Fīl- Ākhirat
Syarat Keempat :
Menjauhi Dosa Besar

Menjauhi Dosa Besar adalah syarat yang keempat untuk meraih "Hasanah Fīl-Ākhirat" yaitu masuk Sorga selamat dari Neraka.

Adapun yang dimaksud Dosa Besar menurut Ibnu 'Abbās ialah:
كُلُّ ذَنْبٍ خَتَمَهُ اللَّهُ بِنَارٍ أَوْ لَعْنَةٍ أَوْ عَذَابٍ
Artinya:
"Setiap perbuatan dosa yang ditetapkan Allāh -- dengan ancaman -- Neraka atau Laknat atau 'Adzāb".
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarīr. Lihat Tafsīr Ibnu Katsīr juz I hal. 486)

Sebagaimana seperti firman Allāh:
وَ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيْمًا
Artinya:
"Siapa-saja yang menyekutukan Allāh, maka ia telah melakukan dosa yang sangat besar".
(Surah An-Nisā' (4) ayat 48)

Dan firman Allāh:
إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ
Artinya:
"Sesungguhnya siapa-saja yang menyekutukan Allāh, maka sungguh Allāh mengharamkan Sorga baginya".
(Surah Al-Mā-idah ayat 72)

Menjauhi dosa besar adalah perintah Allāh:
إِنْ تَجْتَنِبُوْا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَ نُدْخِلْكُمْ مُدْخَلاً كَرِيْمًا
Artinya:
"Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kalian mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan kalian (dosa-dosa kecil kalian) dan Kami masukkan kalian ke tempat yang mulia (Sorga)".
(Surah An-Nisā' (4) ayat 31)

Pangkal dosa besar ada 7 (tujuh) sebagaimana sabda Rasūlullāh saw:
إِجْتَنِبُوْا سَبْعَ الْمَوْبِقَاتِ قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللَّهِ وَ مَا هُنَّ ؟ قَالَ : الشَّرْكُ بِاللَّهِ وَ السِّحْرُ وَ قَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَ أَكْلُ الرِّبَا وَ أَكْلُ مَالَ الْيَتِيْمَ وَ التّوَلَى يَوْمَ الزَّحْفِ وَ قَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلاَتِ الْمُؤْمِنَاتِ
Artinya:
"Jauhilah 7 (tujuh) dosa besar". Mereka (shahabat) bertanya: "Ya Rasūlullāh, apa sajakah itu?". Beliau bersabda: "Menyekutukan Allāh (syirik), melakukan sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allāh kecuali dengan alasan yang benar, makan riba, makan harta anak yatim, lari dari pertempuran (desersi) dan menuduh perempuan baik-baik yang memelihara dirinya serta berimān kepada Allāh dengan tuduhan keji (berbuat zina)".
(H.R. Al-Bukhārī dan Muslim)

Para 'ulamā' menambahkan, bahwa termasuk dosa besar juga yaitu: berzina, homo seks, minum khamar, mencuri, merampok, menuduh dengan tuduhan palsu, tidak berpuasa di bulan Ramadhān tanpa 'udzur (alasan), sumpah durhaka, memutus shilatur-rahmi, durhaka kepada kedua orang tua, curang dalam menakar dan menimbang, sengaja memajukan shalat di luar waktunya atau terlambat mengerjakannya, memukul seorang muslim tanpa alasan, berdusta atas nama Rasūlullāh saw, menyembunyikan persaksian tanpa alasan, melakukan sogok menyogok (risywah), bergaul bebas antara laki-laki dan perempuan, mengadu-ngadu di hadapan penguasa (cari muka), tidak mau membayar zakat, meninggalkan amar ma'ruf nahi munkar padahal mampu, melupakan ayat-ayat Al-Qur-ān yang telah dihafal, membakar binatang hidup-hidup, menghalang-halangi wanita dari suaminya tanpa alasan, putus asa dari rahmat Allāh, merasa aman (tidak takut) dari siksa Allāh, menghina Ahli 'Ilmu dan Ahli Al-Qur-ān, sumpah zhihar, makan daging babi dan bangkai bukan karena terpaksa".
(Lihat Tafsīr Ibnu Katsīr juz I hal. 487)

Slideshow Image 1 Slideshow Image 2 Slideshow Image 3 Slideshow Image 4 Slideshow Image 5 Slideshow Image 6 Slideshow Image 7 Slideshow Image 8