Syarat-Syarat Memperoleh Hasanah FÓl- ¬khirat
Syarat Ketiga :
Akhlaqul-KarÓmah (Berbudi Pekerti yang Luhur)

Akhl‚qul-KarÓmah adalah syarat yang ketiga untuk meraih "Hasanah FÓl-¬khirat " yaitu masuk Sorga selamat dari Neraka.

Kata "Akhl‚q (أَخْلاَق)", merupakan bentuk jama' dari kata "Al-Khuluq (الْخُلُق )", yang artinya:
- Al-Muru-ah: "Adab yang baik".
- Al-'¬dah: "Adat atau kebiasaan".
- As-Sajiyyah: "Perangai".
- Ath-Thab'u: "Tabi'at (Karakter)".

Jadi, Akhl‚qul-KarÓmah artinya: Adab, adat (kebiasaan), perangai dan tabi'at atau karakter yang mulia.

'Abdull‚h bin Al-Mub‚rak menyebutkan dasar-dasar akhl‚q yang mulia itu:
هُوَ بَسْطُ الْوَجْهِ وَ بَذْلُ الْمَعْرُوْفِ وَ كَفُّ اْلأَذَى
Artinya:
"Ialah: wajah yang berseri-seri, dermawan terhadap kebaikan, dan menahan diri dari -- perbuatan -- yang menyakitkan".

Pada dasarnya manusia, baik sebagai individu atau kelompok (suku) telah memiliki adab, adat, perangai, dan tabi'at dengan ukuran atau kadar yang berbeda-beda, sebagaimana dinyatakan oleh RasŻlull‚h saw:
إِنَّ اللَّهَ قَسَمَ بَيْنَكُمْ أَخْلاَقَكُمْ كَمَا قَسَمَ بَيْنَكُمْ أَرْزَاقَكُمْ
Artinya:
"Sesungguhnya All‚h membagi-bagikan akhl‚q (yaitu adab, adat, perangai dan tabi'at atau karakter) di antara kalian, seperti Ia membagi-bagi rezeqi di antara kalian..".
(H.R. Ahmad)

Hal ini sudah dimaklumi. Dan salah satu misi utama RasŻlull‚h saw adalah menyempurnakan akhl‚q sebagaimana dinyatakan dalam sebuah hadits:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ صَالِحَ اْلأَخْلاَقِ
Artinya:
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kebaikan akhl‚q".
(H.R. Ibnu Sa'ad, Al-Bukh‚rÓ dalam Al-Adab, Al-H‚kim dan Al-BaihaqÓ . Al-Fathul-KabÓr juz II hal. 285 no. : 234 )

Yang dimaksud dengan "menyempurnakan kebaikan akhl‚q" ialah membangun akhl‚q atau karakter yang baik.
- Bergaul Dengan Manusia Dengan Akhl‚q Yang Baik
RasŻlull‚h saw bersabda:
اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُ مَا كُنْتَ وَ اتَّبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَ خَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
Artinya:
"Bertaqw‚lah kepada All‚h dimana saja engkau berada, dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik -- agar -- ia menghapusnya (perbuatan buruk), dan bergaullah dengan manusia dengan akhl‚q yang baik".

Dari Mu'‚dz, ia berkata: Adalah wasiat (nasehat) terakhir RasŻlull‚h saw kepadaku pada saat aku meletakkan kedua kakiku di sanggurdi, ialah:
يَا مُعَاذُ ، أَحْسِنْ خُلُقُكَ لِلنَّاسِ
Artinya:
"Wahai Mu'‚dz, perbaikilah (baguskanlah) akhl‚qmu pada manusia".
(H.R. M‚lik. NashÓhatul-MuslimÓn hal. 59)

RasŻlull‚h saw bersabda:
الْمُسْلِمُ الَّذِي يُخَالِطُ النَّاسَ وَ يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ أَفْضَلُ مِنَ الَّذِي لاَ يُخَالِطُهُمْ وَ لاَ يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ
Artinya:
"Seorang muslim yang bergaul dengan manusia dan bersabar atas -- gangguan -- yang menyakitkan dari mereka lebih utama daripada -- muslim -- yang tidak bergaul dengan mereka dan tidak bersabar atas --gangguan -- yang menyakitkan dari mereka".
(H.R. At-TirmidzÓ dan Ibnu M‚jah. NashÓhatul-MuslimÓn hal. 58)

- Sempurnanya Akhl‚q Merupakan Indikasi

RasŻlull‚h saw bersabda:
أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
Artinya:
"Orang-orang mu'min yang paling sempurna im‚nnya ialah -- mereka -- yang paling baik akhl‚qnya".

Sempurnanya Im‚n

- Akhl‚q Yang Baik Memperberat Timbangan Kebaikan Di Akhirat

Firman All‚h:
فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِيْنُهُ ، فَهُوَ فِي عِيْشَةٍ رَاضِيَةٍ
Artinya:
"Maka adapun orang yang berat timbangan --kebaikan -- nya, maka ia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang)".
(Surah Al-Q‚ri'ah (101) ayat 6&7)

RasŻlull‚h saw bersabda:
أَثْقَلُ شَيْءٍ فِي الْمِيْزَانِ الْخُلُقُ الْحَسَنِ
Artinya:
"Lebih beratnya sesuatu -- 'amal -- dalam timbangan adalah akhl‚q yang baik".
(H.R. Ibnu Hibb‚n. Al-Fathul-KabÓr juz I hal. 98 no.: 133)

- Akhl‚q Yang Baik Meningkatkan Derajat Di Akhirat

RasŻlull‚h saw bersabda:
إِنَّ المُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ الْخُلُقِ دَرَجَةَ قَائِمِ اللَّيْلِ وَ صَائِمِ النَّهَارِ
Artinya:
"Sesungguhnya seorang mu'min niscaya (pasti) akan menjumpai dengan akhl‚qnya yang baik, derajat orang yang shalat malam dan orang yang berpuasa -- sunah Ė di siang hari".

Maksud hadits ini: Seorang mu'min yang berakhl‚q baik, akan sama derajatnya (tingkatannya) di akhirat dengan seorang mu'min yang banyak melakukan shalat malam (tahajjud) dan puasa sunah, namun kurang baik Akhl‚qnya.

- Bagaimanakah Akhl‚q RasŻlull‚h saw ?

Seorang laki-laki dari BanÓ Saw‚d berkata: Aku pernah bertanya kepada '¬-isyah (r.a.) tentang akhl‚q RasŻlull‚h saw. Maka '¬-isyah (r.a.) berkata:
أَمَا تَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَ إِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيْمٍ
Artinya:
Apakah engkau tidak membaca Al-Qur-‚n -- yang menyebutkan Akhl‚q Beliau --; "Sesungguhnya Engkau (Muhammad) niscaya di atas akhl‚q yang luhur". (Surah Al-Qalam 68 ayat 4).
(H.R. Ahmad)

Dari Al-Hasan, ia berkata: aku pernah bertanya kepada Ϭ-isyah (r.a.) tentang akhl‚q RasŻlull‚h saw. Maka Ϭ-isyah (r.a.) berkata:
كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ
Artinya:
"Adalah akhl‚q Beliau itu Al-Qur-‚n".
(H.R. Ahmad)

Maksudnya: Akhl‚q, budi pekerti, adab, tabi'at, karakter RasŻlull‚h saw. seluruhnya sesuai dengan Al-Qur-‚n.

Slideshow Image 1 Slideshow Image 2 Slideshow Image 3 Slideshow Image 4 Slideshow Image 5 Slideshow Image 6 Slideshow Image 7 Slideshow Image 8