Adapun yang dimaksud dengan kenikmatan (النَّعِيْمَ ) disini menurut Ibnu ‘Abbâs r.a. ialah :
النَّعِيْمُ صِحَّةُ اْلأَبْدَانِ وَ اْلأَسْمَاعِ وَاْلأَبْصَارِ
Artinya : “Kenikmatan sehatnya jasmani, pendengaran dan penglihatan”.

Selanjutnya beliau (Ibnu ‘Abbâs) berkata :
يَسْئَالُ اللَهُ الْعِبَادَ فِيْمَ اسْتَعْمَلُوْا وَ هُوَ أَعْلَمُ مِنْهُمْ. وَ هُوَ قَوْلُهُ : إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَدَ أُوْلَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُوْلاَ
Artinya : “Allâh akan menanyakan kepada para hamba-Nya, untuk apa saja mereka gunakan --kenikmatan itu semua--; dan Dia sebetulnya lebih tahu dari mereka semua. Sebagaimana firman-Nya : “Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan diminta pertanggung jawabannya” (Surah Al-Isrâ (17) : 36). (lihat Tafsîr Al-Qâsimî, juz IX hal. 534).

Tanggung jawab ini (yang ditanyakan pada tiap manusia) juga mencakup umur, masa muda, harta benda dan ‘ilmu sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits :
لاَتَزُوْلَ قَدَ مَا ابْنُ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ : عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلاَهُ، وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ، وَ فِيْمَا أَنْفَقَهُ، وَمَاذَا عَلِمَ فِيْمَاعَلِمَ
Artinya : Artinya : “Tidak akan bergeser telapak kaki anak keturunan Adam pada hari Qiyamat, dari sisi Rabb-nya, sehingga ia ditanya dari 5 (lima) perkara : (1) dari umurnya, untuk apa ia dihabiskan, (2) dari masa mudanya, untuk apa ia gunakan, (3) dari hartanya, dari mana dia dapatkan, (4) dan untuk apa ia belanjakan, (5) dari ‘ilmunya, sejauh mana ia ‘amalkan (laksanakan)”. (H.R. At-Tirmidzî dari Ibnu Mas’ûd. Lihat Al-Hâdîtsush-Shahîhah, juz II hal. 666 no. hadits 946).

Slideshow Image 1 Slideshow Image 2 Slideshow Image 3 Slideshow Image 4 Slideshow Image 5 Slideshow Image 6 Slideshow Image 7 Slideshow Image 8