Ayat ini menyatakan sampai kapan batas waktu persaingan itu berlangsung, yaitu sampai kalian menziarahi kuburan. Maksudnya menurut Al-Imām Ibnu Katsīr ialah :
صَرْتُمْ إِلَيْهَا وَدُفِنْتُمْ فِيْهَا
Artinya : “Kalian datang kepadanya (kuburan) menjadi --penghuni-- dan ditanam di dalamnya”. (lihat Tafsīr Ibnu Katsīr juz IV, hal. 545).

Al-Ustadz Muhammad ‘Ali Ash-Shābūnī menyatakan bahwa dua ayat tersebut diatas, walaupun bernada berita (informasi) namun merupakan nasehat dan teguran yang keras sebagaimana dikatakan oleh Al-Imām Al-Qurthubī :
الْمَعْنَى شَغَلَكُمُ الْمُبَاهَاةُ بِكَثْرَةِ الْمَالِ وَاْلآَوْلاَدِ عَنْ طَاعَةِ اللَّهِ، حَتَّى مُتُّمْ وَدُ فِنْتُمْ فِىْ الْمَقَابِرِ
Artinya : Makna --kedua-- ayat ini : “Kalian telah dilalaikan oleh berbangga-banggan dengan banyaknya harta dan anak --yaitu dilalaikan-- dari ketaatan kepada Allāh sampai kalian menemui kematian dan ditanam dalam kuburan”. (lihat Shafwatut-Tafāsīr, juz XX hal. 97).

Pernyataan Al-Ustadz Muhammad ‘Ali Ash-Shābūnī di atas menunjukan bahwa (التَّكَاثُر ) merupakan perbuatan yang sangat tercela menurut agama. Sehubungan dengan ini Rasūlullāh saw. bersabda :
مَاأَخْشَ عَلَيْكُمْ الْفَقْرُ، وَلَكِنْ أَخْشَ عَلَيْكُمُ التَّكَاثُرَ، وَمَا أَخْشَ عَلَيْكُمُ الْخَطَأَ، وَلَكِنْ أَخْشَ عَلَيْكُمُ التَّعَمُّدَ
Artinya : “Aku tidak khawatir dengan kefaqiran yang menerpa kalian, akan tetapi aku khawatir terhadap persaingan (At-Takātsur) --yang terjadi-- di antara kalian. Dan aku tidak khawatir terhadap kesalahan (dosa) yang menimpa kalian, akan tetapi aku khawatir pada kalian terhadap kesengajaan --dalam berbuat dosa-- “.

(H.R. Al-Hākim dalam shahīhnya dari Abū Hurairah. Lihat Ad-Durul-Mantsūr juz VIII, hal 611).

Slideshow Image 1 Slideshow Image 2 Slideshow Image 3 Slideshow Image 4 Slideshow Image 5 Slideshow Image 6 Slideshow Image 7 Slideshow Image 8