غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَ لاَ الضَّالِّينَ
“Bukan (orang-orang) yang dimurkai atas mereka, dan bukan (pula) orang-orang yang sesat”

Siapakah yang dimaksud dengan orang-orang yang dimurkai dalam ayat ini? Dan siapa pula yang dimaksud dengan orang-orang yang sesat? Al-Imām Ibnu Katsīr telah menjelaskan ayat ini dengan pengertian yang umum, bahwa yang dimaksud dengan orang yang dimurkai (الْمَغْضُوْب) ialah :
هُمُ الَّذِيْنَ فَسَدَتْ إِرَادَتُهُمْ فَعَلِمُوْا الْحَقَّ وَ عَدَلُوْا عَنْهُ
Artinya : "Mereka adalah orang-orang yang telah rusak kehendak (iradah)nya; mereka mengetahui kebenaran (Al-Haq), namun mereka menyimpang darinya".

Sedangkan yang dimaksud dengan orang yang sesat (الضَّآلِّيْن) menurut beliau ialah :
هُمُ الَّذِيْنَ فَقَدُوْا الْعِلْمَ فَهُمْ هَائِمُوْنَ فِي الضَّلاَلَةِ وَ لاَ يَهْتَدُوْنَ إِلَى الْحَقِّ
Artinya : "Mereka adalah orang-orang yang kehilangan ilmu, maka mereka menjadi orang-orang yang bingung dalam kesesatan, dan tidak mendapat petunjuk kepada kebenaran (Al-Haq)". (Lihat Tafsīr Ibnu Katsīrjuz I hal. 31-32)

Al-Imām Ibnul-Qayyim mempertegas penjelasan ini, beliau berkata :
الْعَالِمُ بِهِ الْمُتَّبِعُ هَوَاهُ هُوَ الْمَغْضُوْبُ عَلَيْهِ وَ الْجَاهِلُ بِالْحَقِّ هُوَ الضَّالُّ
Artinya : "Seseorang yang mengetahui kebenaran (Al-Haq), akan tetapi ia mengikuti hawa-nafsunya, maka ia adalah orang yang dimurkai (Al-Maghdhūb 'alaih). Dan seseorang yang tidak mengetahui (bodoh) terhadap kebenaran (Al-Haq), maka ia adalah orang yang sesat".

Lalu Al-Imām Ibnul-Qayyim menambahkan :
وَ الْمُنْعَمُ عَلَيْهِمْ وَ هُمْ مَنْ عَرَفَ الحَقَّ وَ اتَّبَعَهُ
Artinya : "Sedangkan -- yang dimaksud dengan -- mereka yang mendapat nikmat, ialah seseorang yang mengetahui kebenaran (Al-Haq) dan mengikutinya". (Lihat Madārijus-Sālikīn juz I hal. 24-25)

Selanjutnya Al-Imām Ibnul-Qayyim dan juga Al-Imām Ibnu Katsīr menuqilkan tafsīran dari ayat ini yang bershifat khusus, berdasarkan sebuah hadits dari 'Adī bin Hātim; ia berkata : Rasūlullāh saw. bersabda :
الْيَهُوْدُ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَ النَّصَارَى الضَّآلُّوْن
Artinya : "Yahūdi adalah orang-orang yang dimurkai (Al-Maghdhūb 'alaihim) dan Nasarani adalah orang-orang yang sesat". (H.R. At-Tirmidzī dan Ibnu Hibbān dalam shahīhnya. Lihat Madārijus-Sālikīn juz I hal. 24 dan Tafsīr Ibnu Katsīr juz I hal. 31)

Al-Imām Ibnu Katsīr juga menyatakan bahwa Ibnu 'Abbās, Ibnu Mas'ūd dan sejumlah shahabat Rasūlullāh saw. lainnya pun berpendapat seperti itu, yaitu bahwa yang dimaksud dengan orang yang dimurkai (الْمَغْضُوْب) adalah "orang-orang Yahūdi", sedangkan orang yang sesat (الضَّآلِّيْن) adalah "orang-orang Nasrani". (Lihat Tafsīr Ibnu Katsīr juz I hal. 31-32)

Demikian pula Al-Imām Al-Qurthubī dalam Tafsīrnya, beliau berkata :
فَاْلحُمْهُوْرُ : أَنَّ الْمَغْضُوْبَ عَلَيْهِمُ الْيَهُوْدُ وَ الضَّآلِّيْن النَّصَارَى
Artinya : "Pendapat Jumhūr pun -- menyatakan -- bahwa yang dimaksud orang-orang yang dimurkai (Al-Maghdhūb 'alaihim) adalah Yahūdi, dan yang dimaksud orang-orang yang sesat, adalah Nasrani". (Lihat Tafsīr Al-Qurthubī juz I hal. 151)

Slideshow Image 1 Slideshow Image 2 Slideshow Image 3 Slideshow Image 4 Slideshow Image 5 Slideshow Image 6 Slideshow Image 7 Slideshow Image 8