Tafsir Surat Al-'Ashr
إِلاَّ الَّذِ يْنَ آمَنُوْا وَ عَمِلُوْا الصَّلِحَتِ وَ تَوَاصَوْا بِالْحَقِّ َوتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (٣)
Ayat ini menjelaskan pengecualian dari Allāh SWT. bahwa tidak seluruh manusia terlibat dalam kerugian dan kebinasaan, akan tetapi ada segolongan manusia yang tidak tertimpa dalam kerugian dan kebinasaan. Mereka adalah orang-orang yang menghidupkan dan menyadari empat sifat, yaitu : Imān, 'Amal shalih, Saling berwasiat dalam kebenaran dan saling berwasiat dalam keshabaran. Inilah methode yang digunakan oleh Rasūlullāh saw., sehingga dalam waktu yang singkat dan terbatas telah berhasil melahirkan generasi yang luhur dan agung. Mereka yang berhasil memimpin dunia dengan adil. Suatu prestasi yang belum pernah dicapai oleh generasi sebelum mereka dan inilah keajaiban waktu. Benarlah apa yang pernah diucapkan oleh seorang Mujahid Islām Al-ustadz Hassan Al-Banna :
مَنْ عَرَفَ حَقَّ الْوَقْتِ، فَقَدْ أَدْرَكَ قِيْمَةَ الْحَيَاةٍ
Artinya :
"Barang siapa yang mengetahui akan hak-haknya waktu (Dapat menggunakan waktu sesuai dengan petunjuk Allāh SWT.) maka sungguh dia akan menjumpai nilai kehidupan".

Penutup :

Diceritakan dalam sebuah tafsīr, bahwasanya 'Amr bin 'Ash (Ia adalah seorang shahabat besar yang masuk Islām bersama-sama Khalid bin Walid, setelah perjanjian Hudaibiyyah. Dan 'Amr terkenal sebagai penakluk Mesir (Egypt) di masa ke kekhalifahan 'Umar bin Khattab.), sebelum memeluk agama Islām pernah bertamu ke tempat Musailimah Al-Kadzab (Terkenal Seorang nabi palsu, yang mengaku-ngaku mendapat wahyu dari Allāh SWT. dan suka membuat-buat surat untuk menyaingi Al-Qur-ān. Ia berhasil dibunuh di masa ke khalifahan Abu Bakār as-Shidiq.). Maka Musailimah berkata : "Apakah yang diturunkan pada kawan kalian (Masudnya : Rasūlullāh saw.) pada saat-saat ini.?". Maka 'Amr bin 'Ash menjawab : "Niscaya sungguh-sungguh telah diturunkan kepadanya sebuah surat yang ringkas dan jelas". Musailimahpun bertanya lagi : "Surat apa itu..?". Selanjutnya 'Amr bin Al-'Ash membaca surat :
Maka Musailimahpun berfikir sejenak, kemudian ia berkata : "Dan sungguh-sungguh telah diturunkan (baru saja) satu surat seperti itu kepadaku". Maka 'Amr bin 'Ash bertanya : "(Surat) Apa itu ?". Maka Musailimah berkata :
Artinya :
"Wahai Wabr, hai wabr (Sejenis binatang seperti kucing yang memiliki dua buah telinga yang besar dan dada yang lebar dan memiliki shifat buruk yang tidak berubah.)". :
"Dan sesungguhnya engkau (hanyalah) dua buah telinga dan dada". :
"Dan seluruh hidupmu menggali lubang (dengan moncong)".
:
:
Selanjutnya Musailimahpun berkata : "Bagaimana komentarmu wahai 'Amr ? (terhadap surat yang baru turun ini)". Maka 'Amr bin 'Ash berkata : "Demi Allāh, sesungguhnya engkau mengetahui bahwa aku adalah orang yang paling tahu tentang dirimu sebagai seorang pembohong !!". :
:
Berkata Ibnu Katsīr dalam tafsīrnya : :
"Musailimah ingin menjadi orang hebat dan terkenal dengan menciptakan sya'ir-sya'ir yang ngelantur / ngawur alias tidak karuan yang sama sekali tidak bisa menyaingi kehebatan dan keindahan bahasa Al-Qur-ān, yang dapat menggetarkan hati para penyembah berhala. Sedangkan sya'ir-sya'ir yang dibuatnya sama sekali tidak bisa menggetarkan hati mereka yang belum masuk Islām, bahkan menimbulkan kedongkolan dan kemuak-kan dalam hati mereka, sebagaimana terlihat dalam kisah kunjungan 'Amr bin 'Ash kepadanya sebelum memeluk Islām. Dimana dalam kisah itu disebutkan tentang kehebatan surat "Wal-'Ashri" yang menggetarkan jantung 'Amr bin 'Ash yang belum masuk Islām. Dan sya'ir Musailimah menimbulkan kedongkolan dan kemuak-kan di hati 'Amr bin 'Ash. :
(Lihat Tafsīr Ibnu Katsīr, hal 547, juz IV). :
:
Maka wajib bagi kita untuk men tadabbur surat yang ringkas ini, dan semoga kita mendapat keluasan ilmu dengan mentadabburnya.

Slideshow Image 1 Slideshow Image 2 Slideshow Image 3 Slideshow Image 4 Slideshow Image 5 Slideshow Image 6 Slideshow Image 7 Slideshow Image 8