"8 (Delapan) Syarat Sahnya Ucapan L Ilha Illl-Lhu (لاَ إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ)"
Syarat Ketiga : Menerima Konsekwensinya

Apabila Anda telah mengetahui makna kalimat ini dan meyaqininya, maka sepatutnya pengetahuan dan keyakinan tersebut memiliki pengaruh, yaitu: "menerima setiap apa yang dituntut oleh kalimat ini -- yaitu meninggalkan semua yang disembah selain Allh -- dengan sepenuh hati dan juga dengan lisan. Karena siapa-saja yang menolak konsekwensi kalimat ini dan tidak mau menerimanya, maka ia menjadi kafir, baik karena kesombongan, keras kepala atau kedengkian. Allh SWT berfirman mengenai hal ini:
إِنَّهُمْ كَانُوْا إِذَا قِيْلَ لَهُمْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ يَسْتَكْبِرُوْنَ
Artinya:
"Sesungguhnya mereka, apabila dikatakan kepada mereka "L Ilha Illl-Lhu (لاَ إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ)", mereka bersikap sombong".
(Surah Ash-Shfft ayat 35)

Yang dimaksud dengan "mereka bersikap sombong" terhadap "L Ilha Illl-Lhu" (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allh), ialah mereka menolak kewajiban "Bertauhd" atau "Mengesakan Allh" karena tidak rela meninggalkan "thght" atau berhala yang mereka sembah, apakah thght itu berupa pendeta, rahib, imm, pemimpin spiritual, syaikh, pemimpin organisasi atau pemimpin pemerintahan (kepala negara) yang menggunakan hukum selain hukum Allh, yaitu Al-Qur-n.

Slideshow Image 1 Slideshow Image 2 Slideshow Image 3 Slideshow Image 4 Slideshow Image 5 Slideshow Image 6 Slideshow Image 7 Slideshow Image 8