"8 (Delapan) Syarat Sahnya Ucapan Lâ Ilâha Illâl-Lâhu (لاَ إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ)"
Syarat Pertama : Ilmu (Pengetahun)

Yang dimaksud Ilmu (Pengetahuan) di sini ialah pengetahuan tentang makna dari kalimat "Lâ Ilâha Illâl-Lâhu (لاَ إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ)" secara sempurna; yaitu; "Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allâh".

Atau perinciannya:
(لاَ) Nafyu Lil-Jinsi: Meniadakan seluruh jenis.
(إِلهَ) Ma'bűd: Yang disembah.
(إِلاَّ) Mutsbitân: Untuk menetapkan.
(اللَّهُ) Allâh, yaitu Ismul-Jalâlah: Nama Yang Memiliki Seluruh ke-Agungan.

Allâh swt. berfirman:
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ
Artinya:
"Maka ketahuilah, bahwasanya tidak ada yang berhak disembah kecuali Allâh".
(Surah Muhammad (47) ayat 19)

Dalam hal ini Nabi saw bersabda:
مَنْ مَاتَ وَ هُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ
Artinya:
"Siapa-saja yang mati dan ia mengetahui makna dari kalimat (لاَ إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ) bahwasanya tidak ada yang berhak disembah kecuali Allâh, maka ia pasti masuk Sorga".
(H.R. Muslim)

Slideshow Image 1 Slideshow Image 2 Slideshow Image 3 Slideshow Image 4 Slideshow Image 5 Slideshow Image 6 Slideshow Image 7 Slideshow Image 8