MENGENAL ALLH, 'AZZA WA JALLA
Apabila anda ditanya : Siapakah Tuhanmu ? Maka katakanlah : Tuhanku adalah Allh, yang memelihara diriku dan memelihara semesta alam ini dengan segala ni'mat yang dikaruniakan-Nya. Dan dialah sembahanku, tiada sesembahan yang haq selain Dia.

Allh Subhnahu wa Ta'la berfirman :
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ (١)
Artinya :
"Segala puji hanya milik Allh Tuhan Pemelihara semesta alam".
(QS Al-Ftihah : 1).

Semua yang ada selain Allh disebut Alam, dan aku adalah salah satu dari semesta alam ini.

Selanjutnya jika anda ditanya : Melalui apa anda mengenal Tuhan ? Maka hendaklah anda jawab : Melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya dan melalui ciptaan-Nya. Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah : malam, siang, matahari dan bulan. Sedang di antara ciptaan-Nya ialah : tujuh langit dan tujuh bumi beserta segala mahluk yang ada di langit dan di bumi serta yang ada di antara keduanya.

Firman Allh Ta'la.
وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ (٣٧)
Artinya :
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah kamu bersujud kepada matahari dan janganlah (pula kamu bersujud) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allh yang menciptakannya jika kamu benar-benar hanya kepada-Nya beribadah"
(QS Fushshilat [41] : 37).

Dan firman-Nya :
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلا لَهُ الْخَلْقُ وَالأمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (٥٤)
Artinya :
"Sesungguhnya Tuhanmu ialah Allh yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang, senantiasa mengikutinya dengan cepat. Dan Dia (ciptakan pula) matahari dan bulan serta bintang-bintang (semuanya) tunduk kepada perintah-Nya. Ketahuilah hanya hak Allh mencipta dan memerintah itu. Maha Suci Allh Tuhan semesta alam".
(QS Al-A'rf [7] : 54).

Tuhan inilah yang haq disembah. Dalilnya, firman Allh Ta'la :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (21) الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنزلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٢٢)
Artinya :
"Wahai manusia ! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa, (Tuhan) yang telah menjadikan untukmu bumi sebagai hamparan dan langit sebagai atap, serta menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dengan air itu Dia menghasilkan segala buah-buahan sebagai rizki untukmu. Karena itu, janganlah kamu mengangkat sekutu-sekutu bagi Allh, padahal kamu mengetahui".
(QS Al-Baqarah [2] : 21-22).

Ibnu Katsir (Abu Al-Fid' : Ismail bin Umar bin Katsir Al-Qurasy Ad-Dimasyqi (701-774H - 1302-1373M). Seorang ahli ilmu hadits, tafsir, fiqh dan sejarah. Diantara karyanya : Tafsir Al-Qur'aan Al-Azhim, Thabaqat Al-Fuqahaa Asy Syafiiyyun, Al-Bidayah wa An-Nihayah (sejarah), Ikhtishaar 'Uluum Al-Hadits, Syarh Shahih Al-Bukhari (belum sempat dirampungkannya).) Rahimahullh Ta'la, mengatakan :"Hanya Pencipta segala sesuatu yang ada inilah yang berhak disembah dengan segala macam ibadah".
(Lihat Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, (Cairo, Maktabah Dar At-Turats, 1400H) jilid. 1 hal. 57).

Dan macam-macam ibadah yang diperintah Allh itu, antara lain : Islam (Syahadat, Shalat, Puasa, Zakat dan Haji), Iman, Ihsan, Do'a, Khauf (takut), Raja' (pengharapan), Tawakkal, Raghbah (penuh minat), Rahbah (cemas), Khusyu' (tunduk), Khasyyah (takut), Inabah (kembali kepada Allh), Isti'anah (memohon pertolongan), Isti'adzah (meminta perlindungan), Istighatsah (meminta pertolongan untuk dimenangkan atau diselamatkan), Dzabh (penyembelihan) Nadzar dan macam-macam ibadah lainnya yang diperintahkan oleh Allh.

Allh Subhnahu wa Ta'la berfirman :
وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا (١٨)
Artinya :
"Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allh, karena itu janganlah kamu menyembah seorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allh".
(QS Al-Jinn [72] : 18).

Karena itu barangsiapa yang menyelewengkan ibadah tersebut untuk selain Allh, maka dia adalah musyrik dan kafir. Firman Allh Ta'la :
وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ (١١٧)
Artinya :
"Dan barangsiapa menyembah sesembahan yang lain di samping (menyembah) Allh, padahal tidak ada satu dalilpun baginya tentang itu, maka benar-benar balasannya ada pada tuhannya. Sungguh tiada beruntung orang-orang kafir itu".
(QS Al-Mu'minn [23] :117).

Dalil-dalil macam Ibadah :
1. Dalil Do'a.
Firman Allh Ta'la :
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ (٦٠)
Artinya :
"Dan Tuhanmu berfirman : Berdo'alah kamu kepada-Ku niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya, orang-orang yang enggan untuk beribadah kepada-Ku pasti akan masuk neraka dalam keadaan hina-dina".
(QS Ghfir [40] : 60 sama dengan QS Al-Mu'min [40] : 60).

Dan diriwayatkan dalam hadits :
الدعاء مخ العبادة
Artinya :
"Do'a itu adalah sari ibadah".
(Hadits Riwayat At-Tirmidzi dalam Al-Jmi' Ash-Shhh, kitab Ad-Da'wt, bab 1. "Maksud hadits ini adalah bahwa segala macam ibadah, baik yang umum maupun yang khusus, yang dilakukan seorang mu'min, seperti mencari nafkah yang halal untuk keluarga, menyantuni anak yatim dll, semestinya diiringi dengan permohonan ridha Allh dan pengharapan balasan ukhrawi. Oleh karena itu Do'a (permohonan dan pengharapan tersebut) disebut oleh Raslullh Shallallhu 'alaihi wa sallam sebagai sari atau otak ibadah, karena senantiasa harus mengiringi gerak ibadah").

2. Dalil Khauf (takut).
Firman Allh Ta'la :
فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (١٧٥)
Artinya :
", maka janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku jika kamu benar-benar orang yang beriman".
(QS li 'Imrn [3] : 175).

3. Dalil Raja' (pengharapan).
Firman Allh Ta'la.
فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا (١١٠)
Artinya :
". untuk itu barangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Tuhanya, maka hendaklah ia mengerjakan amal shalih dan janganlah mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya".
(QS Al-Kahfi [18] : 110).

4. Dalil Tawakkal (berserah diri).
Firman Allh Ta'la :
. وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (٢٣)
Artinya :
"Dan hanya kepada Allh-lah supaya kamu bertawakkal, jika kamu benarbenar orang yang beriman".
(QS Al-M'idah [5] : 23).
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ .. (٣)
Artinya :
". dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allh, maka Dia-lah yang akan mencukupinya ".
(QS Ath-Thalq [65] : 3).

5. Dalil Raghbah (penuh minat), Rahbah (cemas) dan Khusyu' (tunduk).
Firman Allh Ta'la.
. إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ (٩٠)
Artinya :
" sesungguhnya mereka itu senantiasa berlomba-lomba dalam (mengerjakan) kebaikan-kebaikan serta mereka berdo'a kepada Kami dengan penuh minat (kepada rahmat Kami) dan cemas (akan siksa Kami), sedang mereka itu selalu tunduk hanya kepada Kami".
(QS Al-Anbiy' [21] : 90).

6. Dalil Khasy-yah (takut).
Firman Allh Ta'la.
. فَلا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِي (١٥٠)
Artinya :
". maka janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku ".
(QS Al-Baqarah [2] : 150).

7. Dalil Inabah (kembali kepada Allh).
Firman Allh Ta'la.
وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ (٥٤)
Artinya :
"Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu serta berserah dirilah kepada-Nya (dengan mentaati perintah-Nya), sebelum datang adzab kepadamu, kemudian kamu tidak dapat tertolong (lagi)".
(QS Az-Zumar [39] : 54).

8. Dalil Isti'anah (memohon pertolongan).
Firman Allh Ta'la.
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (٤)
Artinya :
"Hanya kepada Engkau-lah kami beribadah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan".
(QS Al-Ftihah [1] : 4).

Dan diriwayatkan dalam hadits.
إذا استعنت فاستعن بالله
Artinya :
"Apabila kamu memohon pertolongan, maka memohonlah pertolongan kepada Allh".
(Hadits Riwayat At-Tirmidzi dalam Al-Jaami' 'Ash-Shahiih, kitab Shifaat Al-Qiyaamah wa Ar-Raqa'iq wa Al-Wara : bab 59 dan riwayat Imam Ahmad dalam Al-Musnad. Beirut Al-maktab Al-Islami 1403H jilid 1 hal. 293, 303, 307).

9. Dalil Isti'adzah (meminta perlindungan).
Firman Allh Ta'la.
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (١)
Artinya :
"Katakanlah Aku berlindung kepada Tuhan yang Menguasai subuh".
(QS Al-Falaq [113] : 1).

Dan firman-Nya :
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (١) مَلِكِ النَّاسِ (٢)
Artinya :
"Katakanlah Aku berlindung kepada Tuhan manusia. Penguasa manusia".
(QS An-Ns [114] : 1-2).

10. Dalil Istighatsah (meminta pertolongan untuk dimenangkan atau diselamatkan).
Firman Allh Ta'la.
إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلائِكَةِ مُرْدِفِينَ (٩)
Artinya :
"(Ingatlah) tatkala kamu meminta pertolongan kepada Tuhanmu untuk dimenangkan (atas kaum musyrikin), lalu diperkenankan-Nya bagimu".
(QS Al-Anfl [8] : 9).

11. Dalil Dzabh (penyembelihan).
Firman Allh Ta'la.
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (162) لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ (١٦٣)
Artinya :
"Katakanlah. Sesungguhnya shalatkku, penyembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allh Tuhan semesta alam, tiada sesuatu-pun sekutu bagi-Nya. Demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama kali berserah diri (kepada-Nya)".
(QS Al-An'am [6] : 162-163).

Dalil dari Sunnah.
لعن الله من ذبح لغير الله
Artinya :
"Allh melaknat orang yang menyembelih (binatang) bukan karena Allh".
(Hadits Riwayat Muslim dalam Shahihnya, kitab Al-Adhaahi, bab 8 dan riwayat Imam Ahmad dalam Al-Musnad, jilid 1, hal. 108, 118 dan 152)

12. Dalil Nadzar.
Firman Allh Ta'la.
يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا (٧)
Artinya :
"Mereka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang siksanya merata di mana-mana".
(QS Al-Insn [76] : 7).

Slideshow Image 1 Slideshow Image 2 Slideshow Image 3 Slideshow Image 4 Slideshow Image 5 Slideshow Image 6 Slideshow Image 7 Slideshow Image 8